RakyatPos.id -Gunung Anak Krakatau meletus sejak Jumat (4/9/2026) malam. Aktivitas letusan gunung berapi di perairan Selat Sunda menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.
Dampak letusan Gunung Anak Krakatau juga terasa pada sektor penerbangan. Sejumlah bandara terdampak abu vulkanik sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026) sore. Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Waspada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak Krakatau bukan satu-satunya gunung berapi di Indonesia yang berstatus tersebut. Berdasarkan update aktivitas gunung api Magma ESDM, terdapat 6 gunung berapi yang berstatus Level III atau Waspada di Indonesia.
Mengenal Level III atau Status Waspada
Berdasarkan laman Magma ESDM, tingkat aktivitas gunung berapi di Indonesia terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu Tingkat I atau Normal, Tingkat II atau Waspada, Tingkat III atau Waspada, dan Tingkat IV atau Awas. Penetapan status ini didasarkan pada hasil pengamatan visual dan instrumental terhadap aktivitas dan kondisi gunung berapi.
Level III atau Waspada menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gunung berapi yang semakin nyata berdasarkan hasil observasi. Pada status tersebut, gunung berapi tersebut berpotensi meletus sehingga masyarakat perlu memperhatikan anjuran keselamatan dari pihak berwenang.
6 Gunung Berapi Memiliki Level III atau Status Waspada
Berdasarkan pemutakhiran aktivitas vulkanik Magma ESDM hingga Minggu (6/9/2026), terdapat enam gunung berapi yang berstatus Level III atau Waspada. Berikut daftarnya:
1. Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Gunung ini berstatus Level III atau Waspada sejak 2 Juli 2026.
Aktivitas vulkanik Anak Krakatau kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Letusan berkelanjutan yang dimulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB berlangsung sekitar 25 jam.
Meski erupsi terus menerus telah berakhir, Badan Geologi memastikan status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III karena potensi erupsi lanjutan masih tinggi.
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
2. Gunung Sinabung
Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Status gunung ini dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Waspada pada 31 Agustus 2026 setelah terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi.
Sebelumnya Gunung Sinabung mengalami letusan yang menghasilkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 3.500 meter di atas puncak. Aktivitas Gunung Sinabung terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengantisipasi perubahan aktivitas gunung berapi.
3. Gunung Semeru
Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih berstatus Level III atau Waspada. Status ini berlaku sejak Januari 2026.
Aktivitas letusan Gunung Semeru masih berlangsung. Pada Senin (7/9/2026) pukul 04.50 WIB tercatat terjadi erupsi kembali. Namun ketinggian kolom abu tidak teramati secara visual.
Aktivitas erupsi masih terekam melalui seismograf.
4. Gunung Lewotobi Laki-Laki
Gunung Lewotobi Laki berada di Nusa Tenggara Timur dan berstatus Level III atau Waspada sejak 12 Mei 2026. Aktivitas gunung berapi ini masih menjadi perhatian karena bisa mengalami peningkatan aktivitas secara tiba-tiba.
Pada pantauan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki tercatat mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncak.
5. Gunung Ili Lewotolok
Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga merupakan gunung berapi dengan status Level III atau Waspada. Status tersebut berlaku sejak 2 Juli 2025. Aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok masih terus terjadi.
Pada Minggu (6/9/2026) pukul 21.37 WITA tercatat terjadi letusan kembali. Kolom abu saat itu mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak dengan durasi letusan 32 detik.
6. Gunung Merapi
Gunung Merapi berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan pantauan Minggu (6/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, asap kawah utama Gunung Merapi terpantau berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi dan ketinggian sekitar 10 meter dari puncak. Selain itu, tercatat dua kali guguran lava ke arah barat daya, guguran pertama ke arah hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter dan guguran lainnya ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh 1.500 meter.
Aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga tercatat berupa tujuh kali gempa guguran, 18 kali gempa hybrid atau fase ganda, dan satu kali gempa tektonik jauh. Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini antara lain longsoran lahar dan awan panas di sejumlah sektor.
Di sektor selatan-barat daya, potensi bahaya antara lain Sungai Boyong sepanjang 5 kilometer dan Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sepanjang 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya antara lain Sungai Woro sepanjang 3 kilometer dan Sungai Gendol sepanjang 5 kilometer. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan yang berpotensi bahaya. Warga juga perlu mewaspadai turunnya lahar dan awan panas, apalagi saat hujan di sekitar Gunung Merapi



















