Kronologi Penangkapan Pangeran Diponegoro yang Dijebak Jenderal De Kock Saat Ramadhan

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pangeran Diponegoro atau Raden Ontowiryo adalah putra sulung Sultan Hamengkubuwana III dan pahlawan nasional Republik Indonesia yang memimpin Perang Diponegoro atau Perang Jawa pada periode tahun 1825 hingga 1830 melawan pemerintah Hindia Belanda.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perang Diponegoro dimulai pada tanggal 20 Juli 1825, ketika pasukan Belanda datang ke Tegalrejo untuk menangkapnya.

Hal ini membuat Pangeran Diponegoro berusaha melakukan perlawanan dengan berbagai bentuk: Melakukan perang gerilya, melakukan perlawanan besar-besaran pada musim hujan.

Salah satu strategi utamanya adalah menyerang Keraton Yogyakarta sebagai respons atas campur tangan Belanda dalam urusan keraton.

Pada akhir bulan Desember 1829, Pangeran Diponegoro mengetahui dengan jelas bahwa Belanda telah memenangkan perang.

Lebih lanjut, bulan lalu Diponegoro mengatakan kepada Mangkubumi bahwa perjuangannya akan sia-sia jika terus berlanjut.

Utusan Jenderal De Kock beberapa kali datang membujuk Diponegoro.

Ia menawarkan beberapa pilihan untuk menenangkan hati sang pangeran.

Misalnya, Keraton Yogya dipecah menjadi tiga wilayah dan memberikan kerajaannya sendiri kepada Diponegoro.

Banyak orang bertanya-tanya mengapa Pangeran Diponegoro begitu mudah ditipu oleh Jenderal De Kock untuk datang ke Wisma Warga Magelang untuk berunding dan begitu mudahnya tertangkap?

Bahkan, nenek moyang Diponegoro seperti Sultan Mangkubumi dan Mas Said sempat was-was jika Belanda mengajak mereka berunding untuk menyelesaikan perang.

Memang Sultan Mangkubumi sangat curiga dengan sikap Belanda yang mengajaknya berunding.

Sultan Mangkubumi paham betul bahwa penjajah Belanda selalu bertindak licik dan menggunakan siasat untuk menangkap pangeran yang melakukan perlawanan.=

Pada akhir bulan Desember 1829, jelas bagi Pangeran Diponegoro bahwa Belanda telah memenangkan perang.

Apalagi pada bulan sebelumnya, Diponegoro menyatakan kepada Mangkubumi bahwa perjuangannya akan sia-sia jika terus berlanjut.

Berkali-kali utusan Jenderal De Kock datang membujuk Diponegoro.

Ia memberikan beberapa pilihan untuk melunakkan hati sang pangeran.

Misalnya, Keraton Yogya dipecah menjadi tiga wilayah dan menawarkan kepada Diponegoro wilayah kerajaannya sendiri.

Pangeran Diponegoro setuju untuk bertemu dengan Jan Baptist Cleerens, utusan Jenderal De Kock pada 16 Februari.

Diponegoro mengutus Kiai Pekih Ibrahim dan Haji Badarudin untuk bertemu dengan Cleerens, namun tidak ada titik temu.

Cleerens kemudian membujuk Diponegoro untuk melanjutkan perjalanan dan menunggu di Menoreh.

Diponegoro kemudian tiba di Menoreh pada tanggal 21 Februari 1830, atau empat hari sebelum bulan puasa tiba.

Meski dikenal sebagai musuh nomor satu pemerintah kolonial Hindia Belanda, Diponegoro tetap dipuji.

Rombongannya bertambah dua kali lipat menjadi 700 orang ketika tiba di wilayah Belanda.

“Pangeran Diponegoro tinggal di sebuah rumah besar berdinding bambu dan beratap daun kelapa,” tulis Peter Carey, sejarawan Inggris yang dimuat di Historia.

Pangeran Diponegoro menghabiskan waktu di Magelang sambil memulihkan penyakitnya.

Sang pangeran menderita serangan malaria saat dalam pelarian.

Sedangkan bulan puasa akan dimulai pada 25 Februari.

Bagi Diponegoro, bulan puasa kali ini merupakan hal yang tidak biasa.

Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan serius yang bisa dilakukan hingga bulan puasa berakhir pada 27 Maret.

Meski hanya keramahtamahan biasa, De Kock menerimanya.

Setelah pertemuan pada bulan Maret 1829, Pangeran Diponegoro merasa hubungan baik dengan para pejabat Belanda akan bertahan lama.

Ia pun berharap setelah sebulan puasa, permasalahan yang muncul selama lima tahun permusuhan bisa teratasi.

De Kock bahkan membuat muka manis kepada Diponegoro dengan memberinya seekor kuda abu-abu yang bagus dan uang 10.000 gulden yang dicicil dua kali untuk biaya pengikutnya selama bulan puasa, jelasnya.

Namun setelah bulan puasa usai, tujuan De Kock sebenarnya terungkap.

Dia membiarkan sang pangeran menikmati kenyamanan palsu.

Sambil berharap Ngabdul Kamid (nama Islami Pangeran Diponegoro) mau menyerah tanpa syarat.

Motif dan cara tidak terpuji seperti ini tentu tidak diungkapkan secara terbuka, tapi dalam pandangan De Kock, mau bagaimana lagi, tujuan menghalalkan cara, tulis Peter Carey.

Namun sikap manis De Kock selama bulan puasa tak meluluhkan hati Pangeran Diponegoro.

Sang pangeran tetap teguh pada niatnya untuk mendapatkan pengakuan sebagai sultan di Jawa bagian selatan.

De Kock yang mendengar kabar tersebut mengambil langkah tegas.

Pada tanggal 25 Maret 1830, ia memberi perintah kepada Louis du Perron dan AV Michels untuk menyiapkan perlengkapan militer guna mengamankan penangkapan sang pangeran.

Gencatan senjata yang berlangsung selama Ramadhan berakhir tragis: Diponegoro ditangkap pada hari kedua Idul Fitri, 28 Maret 1830, jelasnya.*

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gelombang panas terik AS melanda 70 juta orang dengan 'kubah panas' ketiga dalam sebulan | Panas ekstrem
Bekas terminal diratakan, kini ruang terbuka tersebut dijadikan tempat acara
Dianggap Turunkan Martabat Rakyat, Pernyataan Prabowo Soal 'Londo Ireng' Dikritik PBHI dan Dewan Pers
Avengers Doomsday Mengungkapkan Trailer Baru di Comic Con: Doctor Doom
Harga Emas Pegadaian Menguat di Akhir Pekan, Cek Harga di Galeri24, UBS & Antam Hari Ini 26 Juli 2026
Lima Jenazah Ditemukan Selama Pencarian dan Penyelamatan Berkelanjutan
Apple Menaikkan Harga Mac. Sekarang Ini Mungkin Menyewakan Anda Satu
7 Hal Melatih Diri Agar Bersabar Saat Menghadapi Cobaan Hidup

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:31 WIB

Gelombang panas terik AS melanda 70 juta orang dengan 'kubah panas' ketiga dalam sebulan | Panas ekstrem

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:23 WIB

Bekas terminal diratakan, kini ruang terbuka tersebut dijadikan tempat acara

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:10 WIB

Dianggap Turunkan Martabat Rakyat, Pernyataan Prabowo Soal 'Londo Ireng' Dikritik PBHI dan Dewan Pers

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:01 WIB

Avengers Doomsday Mengungkapkan Trailer Baru di Comic Con: Doctor Doom

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:50 WIB

Harga Emas Pegadaian Menguat di Akhir Pekan, Cek Harga di Galeri24, UBS & Antam Hari Ini 26 Juli 2026

Berita Terbaru