Ringkasan Berita:
- Intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi merupakan kondisi yang berbeda. Intoleransi disebabkan oleh kekurangan enzim laktase, sedangkan alergi terjadi karena reaksi tubuh terhadap protein susu sapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Gejala intoleransi laktosa umumnya berupa perut kembung, banyak gas, dan tinja berbau asam. Sedangkan alergi susu sapi dapat menyebabkan ruam kulit, gangguan pernafasan, dan gangguan pencernaan.
- Orang tua perlu berkonsultasi ke dokter jika anaknya mengalami keluhan setelah minum susu.
RakyatPos.id – Intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi merupakan dua kondisi yang berbeda, meski keduanya bisa muncul setelah anak mengonsumsi susu.
Intoleransi laktosa terjadi karena tubuh kekurangan enzim laktase sehingga sulit mencerna laktosa, sedangkan alergi susu sapi disebabkan oleh reaksi sistem imun terhadap protein susu sapi.
Perbedaan penyebab ini membuat pengobatan kedua kondisi tersebut tidak sama.
Gejala intoleransi laktosa umumnya berupa gangguan pencernaan, sedangkan alergi susu sapi dapat disertai ruam kulit, gangguan pernafasan, dan gangguan pencernaan.
Alergi protein susu sapi lebih sering terjadi pada bayi, terutama yang sistem pencernaannya belum matang.
Orang tua tidak disarankan untuk menyimpulkan sendiri bahwa semua keluhan setelah minum susu adalah alergi.
Baca juga: Hubungan Tidak Sehat Bukan Hanya Soal Selingkuh, Kenali 15 Tanda yang Harus Diwaspadai
Pemeriksaan dan diagnosis dari tenaga medis sangat penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Dengan penanganan yang tepat, kebutuhan nutrisi serta tumbuh kembang anak tetap dapat terpenuhi secara optimal.
Keluhan pada saluran cerna setelah anak mengonsumsi susu seringkali membingungkan orang tua.
Tak sedikit orang yang menganggap semua reaksi tersebut merupakan alergi susu sapi, padahal kondisi ini belum tentu disebabkan oleh alergi.
Dalam dunia medis, terdapat dua kondisi yang berbeda, yaitu intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi.
Meski sama-sama bisa muncul setelah mengonsumsi susu, namun penyebab, mekanisme, dan gejalanya tidak sama.
Baca juga: Aturan Baru: Calon Penerima Renovasi Rumah Tak Harus Memiliki Sertifikat Tanah
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami perbedaan keduanya agar anak mendapat penanganan yang tepat.
Perbedaan penyebab intoleransi laktosa dan alergi susu sapi
Dokter Konsultan Hepatologi Gastroentero Anak dari Eka Hospital MT Haryono, Dr. Dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A. (K), menjelaskan intoleransi laktosa dan alergi susu sapi merupakan dua kondisi yang berbeda, baik penyebab maupun gejalanya.
Ia menambahkan, intoleransi laktosa terjadi karena tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.

















