Trump Ancam Akan Membombardir Infrastruktur Vital Iran

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id -Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menyatakan bahwa AS akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik di negara tersebut.

Melalui postingan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone, atau senjata lainnya, akan dibalas dengan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk yang berada di sekitar ibu kota Teheran.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mulai sekarang, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik,” tulis Trump, dikutip Kamis 23 Juli 2026.

Pernyataan ini muncul setelah tiga personel militer AS tewas dalam operasi di Timur Tengah. Pada saat yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) melanjutkan serangan terhadap sasaran militer Iran selama 11 malam berturut-turut. Menurut CENTCOM, sasaran yang diserang termasuk pusat operasi militer, gudang penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer.

Iran segera merespons ancaman tersebut. Sumber militer Iran yang dikutip kantor berita Tasnim mengatakan Teheran akan menyerang infrastruktur dan fasilitas energi yang terkait dengan kepentingan AS di kawasan jika Washington benar-benar menyerang pembangkit listrik atau jembatan di Iran.

Sumber tersebut juga menegaskan, Iran masih ingin mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, kapal hanya akan mendapat jaminan keamanan jika perjalanannya dikoordinasikan dengan Teheran sesuai aturan yang ditetapkan Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuding Iran tidak serius dalam upayanya mencapai kesepakatan damai dengan Washington. Berbicara pada pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Filipina, Rubio mengatakan Iran tidak punya hak berdasarkan hukum internasional untuk mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz.

“Jika kita membiarkan satu negara mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan kemudian mengancam akan menghancurkan kapal yang tidak membayar, itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya,” ujarnya.

Meski demikian, Rubio menegaskan AS masih membuka pintu diplomasi. Dia mengatakan Washington bersedia mencapai penyelesaian damai jika Iran berhenti mendukung kelompok teroris dan berhenti mencari senjata nuklir. Namun, menurutnya, Iran telah melanggar komitmennya dalam nota kesepahaman yang disepakati bulan lalu sehingga saat ini tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laporan: Spencer Jones menandatangani lembar penawaran dengan OKC
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Dijebloskan ke Penahanan
Ketua Dewan Universitas Al-Wasatiyyah Yaman Kunjungi Dayah Safinatun Naja di Nagan Raya
Febrie Adriansyah dititipkan di Rutan KPK selama 20 hari
Memprediksi Apa yang Dilakukan Raja Dengan Dua Tempat Daftar Pemain Terakhir
Bupati Nagan Raya TRK Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Agustus Selesai 100 Persen
Apakah ChatGPT tidak aktif? OpenAI memulihkan fungsi setelah 'mengalami masalah'
Kalau Malu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Mundur!

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:54 WIB

Laporan: Spencer Jones menandatangani lembar penawaran dengan OKC

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:52 WIB

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Dijebloskan ke Penahanan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:41 WIB

Ketua Dewan Universitas Al-Wasatiyyah Yaman Kunjungi Dayah Safinatun Naja di Nagan Raya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:31 WIB

Febrie Adriansyah dititipkan di Rutan KPK selama 20 hari

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:26 WIB

Memprediksi Apa yang Dilakukan Raja Dengan Dua Tempat Daftar Pemain Terakhir

Berita Terbaru

HEADLINE

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Dijebloskan ke Penahanan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:52 WIB

HEADLINE

Febrie Adriansyah dititipkan di Rutan KPK selama 20 hari

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:31 WIB