Ringkasan Berita:
- Iran menuduh Amerika Serikat melakukan kejahatan perang atas serangan terhadap infrastruktur sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Serangan tersebut mencakup fasilitas makanan, pabrik air, dan area dekat rumah sakit kanker anak-anak.
- Teheran mengatakan tindakan Washington melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
- Ketegangan meningkat di Selat Hormuz meskipun ada nota kesepahaman Islamabad.
RakyatPos.id, TEHERAN — Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan kejahatan perang dengan menargetkan sejumlah infrastruktur sipil dalam serangan yang dianggap melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tuduhan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran (Kemlu) dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut AS secara agresif meningkatkan intensitas serangannya dalam beberapa hari terakhir, termasuk dengan menerapkan blokade laut terhadap Iran.
Menurut Teheran, blokade tersebut merupakan bentuk lain pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati sebelumnya dalam nota kesepahaman (MoU) Islamabad, yakni perjanjian yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran menuduh pasukan AS sengaja menyerang fasilitas dan infrastruktur sipil. Serangan tersebut, menurut Iran, merupakan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Beberapa fasilitas yang dikatakan menjadi sasaran serangan termasuk silo penyimpanan biji-bijian di kota Hoveyzeh, barat daya Iran; pabrik air mineral di Musian, Iran bagian barat; serta menara pengawas maritim di Chabahar yang digunakan untuk membantu aktivitas nelayan.
Baca juga: Iran Melancarkan Gelombang Serangan ke-12, Pangkalan Militer AS di Kuwait Terbakar Akibat Serangan Rudal
Iran juga menyatakan serangan AS menghantam area dekat rumah sakit kanker anak-anak di kota Ahvaz, barat daya Iran, pada Rabu (15/7/2026). Teheran mengutuk insiden itu sebagai tindakan “biadab”.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan rangkaian serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan prinsip dasar hukum internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya menyatakan negaranya akan memberikan respons tegas dan langsung terhadap tindakan AS.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama terkait situasi di kawasan Selat Hormuz.
Kedua negara dilaporkan masih saling melakukan serangan meski sebelumnya sudah ada nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian jangka panjang.

















