PNG Mengumumkan Penutupan Kantor Perwakilan Taiwan di Port Moresby

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Pemerintah Papua Nugini (PNG) menyatakan akan menutup kantor perwakilan Taiwan di Port Moresby, ibu kota negara.

“Pemerintah Marape-Rosso secara resmi mengumumkan penghentian segera operasi dan penutupan resmi kehadiran fisik Kantor Ekonomi Taiwan (Chinese Taipei Economic Office/Taiwan) di negara ini,” kata pemerintah dalam pernyataannya, seperti dikutip RakyatPos.id dari laman RNZ Pacific, Jumat (17/7/2026).

Pernyataan tersebut menyebutkan, hal tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Dewan Eksekutif Nasional (kabinet).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesuai dengan arahan eksekutif ini, kehadiran fisik Taiwan tidak lagi diakui atau diwajibkan dalam yurisdiksi Papua Nugini.”

Menteri Luar Negeri PNG Justin Tkatchenko mengatakan tindakan administratif ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menghormati dan menjunjung Kebijakan Satu China yang menjadi dasar PNG.

“Pemerintah Nasional memandang penataan kembali administratif ini sebagai langkah penting dan perlu untuk memperdalam kepercayaan antar negara, memperkuat nilai-nilai bersama, dan meningkatkan hubungan bilateral antara Papua Nugini dan Republik Rakyat Tiongkok ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Tkatchenko.

Reuters melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan langkah tersebut belum pernah dibahas sebelumnya dan pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan PNG.

“Kantor perwakilan kami di Papua Nugini akan terus beroperasi seperti biasa dan, sesuai dengan peraturan yang berlaku, akan melindungi hak dan kepentingan negara kami serta memberikan layanan yang diperlukan bagi warga negara kami,” bunyi pernyataan tersebut.

Kementerian menambahkan bahwa pihaknya telah menghubungi negara-negara yang memiliki pandangan serupa untuk mencari perhatian dan dukungan dari komunitas internasional.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan pemerintahnya sangat mengapresiasi langkah Papua Nugini.

Kedutaan Besar Tiongkok di Papua Nugini mengatakan, keputusan yang tepat untuk menutup kantor di Taiwan akan semakin memperkuat landasan politik bagi pengembangan hubungan bilateral Tiongkok-PNG.

Taiwan memiliki hubungan diplomatik formal dengan Palau, Tuvalu dan Kepulauan Marshall di Pasifik, serta sembilan negara lainnya – Eswatini, Kota Vatikan, Belize, Guatemala, Haiti, Paraguay, St Kitts dan Nevis, St Lucia dan St Vincent & Grenadines.

Menurut laporan Reuters, negara tersebut secara de facto memiliki kedutaan besar di Papua Nugini, dan juga memiliki kantor serupa di Fiji.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, namun pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan bahwa hanya masyarakat pulau tersebut yang dapat menentukan masa depan mereka.

Sebelumnya pada Kamis 16 Juli, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengatakan bahwa langkah PNG “sangat dihargai” ketika dimintai komentar oleh seorang reporter pada konferensi pers reguler, menurut Kantor Berita Xinhua.

Kantor perwakilan Taiwan di Papua Nugini didirikan pada tahun 1990 setelah perjanjian perdagangan ditandatangani pada tahun sebelumnya, meskipun tidak ada hubungan diplomatik.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru