Ringkasan Berita:
- Harga cabai rawit di Pasar Pagi Kualasimpang, Aceh Tamiang melonjak hingga Rp65 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit naik menjadi Rp52 ribu per kilogram pada Rabu (15/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pedagang memperkirakan kenaikan harga dipengaruhi faktor cuaca dan pasokan dari petani, meski belum diketahui penyebab pastinya.
- Meski harga naik, stok cabai rawit di Pasar Pagi Kualasimpang masih mencukupi sehingga kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
RakyatPos.id, KUALASIMPANG – Lonjakan harga kembali menimpa komoditas cabai di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (15/7/2026).
Harga cabai rawit di Pasar Pagi Kota Kualasimpang melonjak hingga Rp65 ribu per kilogram, jauh di atas harga sejumlah komoditas hortikultura lainnya.
Pedagang cabai di Pasar Pagi Kualasimpang, Mauliddin mengatakan, kenaikan juga terjadi pada cabai caplak yang kini dipasarkan dengan harga Rp52 ribu per kilogram.
“Yang meningkat hari ini adalah cabai rawit dan cabai caplak. Cabai rawit Rp 65 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 52 ribu per kilogram,” kata Mauliddin.
Di tengah melonjaknya harga cabai rawit, harga sayur mayur dan bumbu dapur lainnya masih berfluktuasi, namun relatif stabil.
Cabai hijau dijual Rp32 ribu per kilogram, cabai merah Rp35 ribu, bawang putih Rp50 ribu, bawang merah Rp40 ribu, kentang Rp15 ribu, kubis Rp8 ribu, tomat Rp19 ribu, dan wortel Rp15 ribu per kilogram.
Baca juga: Puluhan guru SD hingga SMA/SMK di Aceh Utara dilatih penggunaan AI untuk pembelajaran PAI
Sementara harga kebutuhan pokok lainnya tidak mengalami perubahan signifikan.
Minyak goreng curah dipasarkan Rp21 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp47 ribu, sedangkan gula pasir tetap Rp20 ribu per kilogram.
Mauliddin belum bisa memastikan penyebab melonjaknya harga cabai rawit.
Menurut dia, kenaikan harga umumnya dipicu oleh faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen dan pasokan dari petani.
“Saya kurang tahu pastinya. Biasanya karena cuaca atau petani itu sendiri,” ujarnya.
Meski harga terus naik, namun pasokan cabai rawit di Pasar Pagi Kualasimpang masih mencukupi.
Baca juga: MPU Aceh Tamiang Dukung MUI Tegakkan Aturan Hukuman Berat Bagi LGBT
Pedagang memastikan stok tidak mengalami gangguan sehingga kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi.
Lonjakan harga cabai rawit menjadi sorotan karena komoditas ini merupakan bahan pokok yang hampir selalu digunakan dalam konsumsi rumah tangga.
Para pedagang berharap harga segera kembali normal seiring membaiknya distribusi dan pasokan dari sentra produksi. (gila)

















