Ringkasan Berita:
- Pemerintah Aceh mengungkapkan sejumlah perusahaan nasional dan asing mulai melirik peluang investasi hilirisasi migas di KEK Arun Lhokseumawe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Gubernur Aceh melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh mengatakan hilirisasi migas dari Blok Andaman merupakan salah satu agenda prioritas Pemerintah Aceh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
- Hal ini sejalan dengan Proyek Strategis Nasional pada RPJMN 2025–2029 serta arah pembangunan pada RPJMA Aceh 2025–2029
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mengungkapkan sejumlah perusahaan nasional dan asing mulai melirik peluang investasi hilirisasi migas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Hal ini sejalan dengan prospek pengembangan cadangan gas raksasa di Blok Andaman.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi mengatakan, hilirisasi migas Blok Andaman merupakan salah satu agenda prioritas Pemerintah Aceh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi Aceh, kata Mualem melalui juru bicara Nurlis, Senin (14/7/2026).
Nurlis mengatakan, Pemerintah Aceh membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berinvestasi di KEK Arun. Menurut dia, hilirisasi migas dari Blok Andaman menjadi agenda utama Gubernur Aceh.
Oleh karena itu, lanjut Nurlis, Gubernur Aceh meminta seluruh pihak terkait mulai mempersiapkan diri menyambut perkembangan industri hilir migas.
Dia mengungkapkan, sejumlah perusahaan sudah menjajaki peluang investasi, termasuk PT Indoasia Oiltank Terminal. Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur energi dan petrokimia ini menggelar pertemuan dengan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh pada Senin (13/7/2026).
Selain PT Indoasia Oiltank Terminal, minat investasi juga datang dari PT Pupuk Indonesia (Persero) yang sebelumnya menyatakan rencana membangun pabrik metanol di Aceh untuk menunjang kebutuhan biodiesel nasional.
Kemudian, Pemerintah Aceh juga menerima surat minat investasi dari perusahaan energi yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, pada April 2026 untuk pengembangan pabrik metanol. Selain itu, perusahaan yang berbasis di Jiangsu, Tiongkok, bersama mitra nasional di Jakarta, juga menyatakan minatnya untuk mengembangkan proyek pencairan LNG di KEK Arun pada Juli 2026.
Menurut Nurlis, tingginya minat investor tidak lepas dari besarnya potensi cadangan migas di wilayah Andaman yang mencakup enam wilayah kerja utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Andaman Tengah, Andaman Selatan, dan Andaman Barat Daya.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, menargetkan pengembangan industri hilir migas akan dipusatkan di KEK Arun, hal ini sejalan dengan Proyek Strategis Nasional pada RPJMN 2025–2029 serta arah pembangunan pada RPJMA Aceh 2025–2029.(ra)

















