Ringkasan Berita:Sebanyak 393 jemaah umrah Aceh diberangkatkan langsung ke Madinah melalui Bandara SIM menggunakan Garuda Indonesia Boeing 777-300ER.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulai pekan depan, penerbangan umrah langsung Banda Aceh menuju Jeddah akan beroperasi rutin setiap hari Rabu dengan armada Airbus A330-900neo hingga Februari 2027.
Pemerintah Aceh dan asosiasi travel berharap seluruh jemaah umrah diberangkatkan melalui Bandara SIM untuk memudahkan perjalanan dan memperkuat status Aceh sebagai Serambi Mekkah.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Sebanyak 393 jemaah umrah asal Aceh diberangkatkan langsung ke Madinah melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER, Senin (29/6/2026).
Penerbangan perdana jemaah umroh asal Aceh-Jeddah pada tahun 2026 ini diluncurkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki yang mewakili Gubernur Aceh.
Dalam pidato tersebut, Pemerintah Aceh menyambut baik dibukanya kembali penerbangan umrah langsung dari Aceh ke Arab Saudi setelah sempat dihentikan.
“Dengan dibukanya kembali penerbangan ini, akses masyarakat Aceh menuju Arab Saudi akan semakin mudah dan terjangkau. Dengan jarak tempuh yang lebih pendek, penerbangan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, menghemat waktu perjalanan, biaya dan tenaga,” ujarnya.
Marzuki juga mengatakan, Pemerintah Aceh akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar penerapan Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dapat segera dilaksanakan, termasuk mendorong seluruh jemaah umrah Aceh untuk diberangkatkan melalui Bandara SIM.
“Kami berharap seluruh pemudik di Aceh diberangkatkan melalui embarkasi SIM ini,” ujarnya.
Diketahui, penerbangan langsung ini merupakan hasil kerja sama Garuda Indonesia dengan BTJ Aviation selaku pihak yang menyewa.
Plt General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh Jufriandi mengatakan, penerbangan perdana ini menjadi momen bersejarah karena bertepatan dengan kepulangan jemaah haji kloter terakhir dari Embarkasi Aceh.
“Penerbangan hari ini merupakan penerbangan yang bersejarah dan istimewa bagi masyarakat Aceh, dimana untuk pertama kalinya ada penerbangan yang membawa jemaah umrah pertama dan penjemputan kloter terakhir jemaah Aceh,” kata Jufriandi.
Baca juga: Pemkab Aceh Besar Berangkatkan 22 Juara MTQ dan MKQ Umroh ke Tanah Suci
Dijelaskannya, layanan umroh langsung ini akan beroperasi setiap minggu dengan jadwal keberangkatan setiap hari Rabu dan pulang setiap hari Sabtu melalui rute pulang pergi Banda Aceh-Jeddah menggunakan armada Airbus A330-900neo.
Namun hari ini kami terbang ke Madinah menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER untuk menjemput jemaah haji gelombang terakhir dari Aceh, ujarnya.
Jufriandi menambahkan, layanan pemberangkatan langsung jemaah umrah Aceh ke Arab Saudi rencananya akan berlangsung mulai Juni 2026 hingga Februari 2027 guna memenuhi tingginya permintaan masyarakat Aceh terhadap penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Sementara itu, Kepala BTJ Aviation Ricky mengatakan, penerbangan umrah langsung menjadi harapan masyarakat Aceh yang akhirnya kembali terwujud. Dikatakannya, jemaah Aceh juga mendapat program perjalanan selama 12 hari.
“Tahun ini jamaah Aceh mendapat perlakuan khusus dari Garuda, dengan program 12 hari ini jamaah bisa melaksanakan salat Jumat sebanyak dua kali, yakni di Masjid Nabawi dan Masjid Raya,” ujarnya.




















