Dokter Tifa Ungkap Label Kantuk Gibran Jauh Lebih Baik Ketimbang Ptosis, Begini Penjelasannya

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id — Dokter sekaligus pakar ilmu saraf perilaku yang juga epidemiolog, dr Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, melontarkan pernyataan kontroversial terkait Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebut komika Pandji Pragiwaksono sempat mengantuk dalam materi komedinya.

Dokter Tifa menyinggung perdebatan seputar istilah 'mengantuk' yang dilontarkan komika Panji Pragiwaksono terkait mata Wakil Presiden Gibran, dengan istilah medis 'ptosis' yang diungkapkan Dokter Tompi dan ramai diperbincangkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dokter Tifa, label 'mengantuk' yang dikatakan Pandji sebenarnya lebih ringan dibandingkan penyebutan ptosis, yang dalam dunia medis mempunyai implikasi lebih serius.

Ia menegaskan, dalam pendekatan Evidence Based Medicine (EBM), ptosis bukan hanya masalah kelopak mata yang terkulai, namun bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Lebih baik dibilang ngantuk daripada ptosis,” tulis dr Tifa dalam keterangan di akun X miliknya @DokterTifa, Kamis (8/1/2026).

Dokter Tifa menjelaskan sejumlah penelitian berbasis bukti ilmiah menunjukkan adanya hubungan antara ptosis dengan masalah dan kelainan yang lebih serius.

“Evidence Based Medicine, basis bukti ilmiah yang menjadi acuan para dokter di seluruh dunia, membuktikan bahwa ptosis berhubungan dengan gangguan jiwa, depresi, bipolar, skizofrenia dan penggunaan psikotropika atau obat-obatan,” kata dokter Tifa.

Menurut dr Tifa, penelitian tersebut melibatkan lebih dari 4.000 subjek, sehingga menurutnya temuan tersebut sangat valid dan sulit dibantah.

Ia pun mempertanyakan istilah mana yang lebih bisa diterima Gibran, antara disebut “mengantuk” oleh Panji atau “ptosis” oleh kalangan medis.

“Jadi, Gibran lebih suka dipanggil Ngantuk dengan Panji atau Ptosis dengan Tompi?” ucap Dokter Tifa.

Dokter Tifa juga sedang mempromosikan buku terbarunya yang berjudul GIBRAN'S BLACK BRAIN.

Buku ini diklaim mampu mengkaji perilaku dan pola pikir pemimpin melalui pendekatan behavioral neuroscience, behavioral epidemiology, dan neuropolitics.

BACA BUKU OTAK HITAM GIBRAN! Bagaimana Behavioral Neuroscience, Behavioral Epidemiology, dan Neuropolitics menjadi pisau dan gunting tajam dalam membedah isi otak seseorang yang terpaksa diterima sebagai pemimpin negeri ini, kata Tifa.

Dokter Tifa menyebut buku itu merupakan kelanjutan dari karyanya sebelumnya, BUKU PUTIH JOKOWI.

Dalam penuturannya, Dr Tifa menyatakan bahwa buku ini dimaksudkan sebagai upaya kritis memahami kepemimpinan nasional agar “kesalahan fatal” tidak terulang dalam sejarah bangsa.

Ia mengatakan, karya ini akan menjadi pisau analisis untuk membedah perilaku para figur publik yang menurutnya terpaksa diterima sebagai pemimpin negara.

“Sekali saja saja sudah merupakan kesalahan fatal! Jangan sampai ada lagi tanda hitam yang mencoreng sejarah bangsa ini,” ujarnya.

Pernyataan dr Tifa kembali menuai reaksi publik karena menggabungkan isu kesehatan, politik, dan kritik pribadi terhadap pejabat negara.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Gibran Rakabuming Raka maupun Panji Pragiwaksono terkait pernyataan tersebut.

Sindiran

Pernyataan Komedian Pandji Pragiwaksono yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat 'mengantuk' saat tampil di depan publik menuai perdebatan.

Sejumlah tokoh masyarakat pun ikut angkat bicara.

Kebanyakan menyoroti garis antara kritik, sindiran, dan etika profesi, terutama jika menyangkut pejabat negara.

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai kritik dan sindiran adalah bagian sah dari demokrasi.

Namun, ia mengingatkan para kritikus agar tidak bertindak terlalu jauh dengan melontarkan tudingan pribadi, terutama yang bersifat medis, tanpa landasan etika dan hukum yang kuat.

Menurut Mahfud, kebebasan berpendapat harus selalu dibarengi dengan tanggung jawab.

Sikap serupa diungkapkan dokter Tompi dan musisi.

Ia menegaskan, istilah medis seperti ptosis tidak bisa disimpulkan hanya dari pengamatan visual, foto, atau video.

Diagnosis medis, kata Tompi, harus dilakukan melalui pemeriksaan langsung dan prosedur klinis komprehensif.

Ia mengingatkan, penyalahgunaan istilah kedokteran di ruang publik berpotensi menyesatkan dan melanggar etika profesi.

Sementara itu, para pengamat komunikasi politik menilai respons Gibran yang tidak memberikan bantahan terbuka dan memilih tetap tenang merupakan strategi komunikasi yang terukur.

Pendekatan non-konfrontatif ini dinilai efektif meredam eskalasi polemik, sekaligus menjaga stabilitas citra pribadi dan institusi kepresidenan.

Hingga saat ini, Gibran sendiri belum memberikan pernyataan langsung terkait label “mengantuk” atau melanjutkan perdebatan terkait istilah-istilah medis yang muncul.

Tanggapan Gibran

Sindiran Komika Pandji Pragiwaksono dalam stand up show Mens Rea yang menyebut Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka terlihat “mengantuk” ditanggapi tenang Gibran.

Gibran tidak turun langsung memberikan klarifikasi atau protes terbuka.

Gibran memilih menyampaikan tanggapannya secara tersirat melalui unggahan di akun Instagram resminya @gibran_rakabuming.

Dalam unggahan tersebut, ia membagikan video kunjungannya ke Doss Guava XR Studio, sebuah fasilitas kreatif teknologi Extended Reality (XR) di Jakarta.

Dalam pesannya tersebut, Gibran menyoroti dukungannya terhadap perkembangan industri film dan konten kreatif nasional tanpa secara gamblang membahas sindiran tentang dirinya. Hidup

Yang menarik perhatian publik adalah pilihan musik pengiring unggahan tersebut: lagu Lagu Melayu karya Pandji Pragiwaksono.

Banyak netizen yang menilai penggunaan lagu tersebut sebagai respons simbolis Gibran terhadap sindiran Pandji di Mens Rea.

Langkah halus ini dipandang sebagian pengamat sebagai strategi komunikasi yang matang.

Gibran berpesan bahwa dirinya terus memantau perbincangan publik tentang dirinya, namun memilih menyikapinya dengan menjauhkan diri dari konfrontasi langsung.

Sekaligus menunjukkan dukungan kepada para pembuat konten dan industri kreatif Indonesia.

Gibran belum memberikan pernyataan publik resmi menanggapi langsung materi stand-up Pandji.

Namun tanggapan tidak langsungnya melalui media sosial menjadi perbincangan luas di dunia digital


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Mengapa Jackpot Powerball Inggris Terlihat Lebih Kecil Dibandingkan Jackpot AS
Aceh Emas atau Aceh Gelisah? Haji Uma Beri Kuliah Umum, Tantang Generasi Muda Menjadi Penentu Masa Depan
Salahdine Parnasse menandatangani kontrak dengan UFC, menggambar acara utama UFC Paris melawan Dan Hooker
SAKSI VIDEO – Warga Pedalaman Sikundo Mempertaruhkan Nyawanya Menyeberangi Jembatan Tali untuk Beraktivitas
Kejuaraan Golf Aceh Seri I Resmi Digelar, PGI Aceh Incar 4 Atlet Lolos PON 20028
Murlin Terpilih Secara Aklamasi Pimpin FOBI Aceh 2026–2030, Siap Perkuat Pembangunan & Raih Prestasi PON 2028
Utah Talon vs. Bandit Chicago
53 Mahasiswa dari 12 Negara Ikuti Seleksi Masuk UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:57 WIB

Mengapa Jackpot Powerball Inggris Terlihat Lebih Kecil Dibandingkan Jackpot AS

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:36 WIB

Aceh Emas atau Aceh Gelisah? Haji Uma Beri Kuliah Umum, Tantang Generasi Muda Menjadi Penentu Masa Depan

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:24 WIB

Salahdine Parnasse menandatangani kontrak dengan UFC, menggambar acara utama UFC Paris melawan Dan Hooker

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:23 WIB

SAKSI VIDEO – Warga Pedalaman Sikundo Mempertaruhkan Nyawanya Menyeberangi Jembatan Tali untuk Beraktivitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:53 WIB

Kejuaraan Golf Aceh Seri I Resmi Digelar, PGI Aceh Incar 4 Atlet Lolos PON 20028

Berita Terbaru