Ringkasan Berita:
* Murlin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FOBI Pemprov Aceh periode 2026–2030 dalam Musprov di Banda Aceh, dengan dukungan penuh delapan Pengprov Kabupaten/Kota.
* KONI Aceh mendorong FOBI untuk memperkuat pembinaan atlet dan memperluas kepengurusan di 14 kabupaten/kota, dengan target meraih minimal satu emas pada PON 2028.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
* FOBI Center menilai Aceh memiliki potensi besar untuk mempertahankan prestasinya, sedangkan kepengurusan baru diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan dan pengembangan barongsai di seluruh Aceh.
Laporan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh resmi mempunyai kapten baru.
Murlin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) FOBI Aceh masa jabatan 2026–2030, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026).
Terpilihnya Murlin berlangsung secara aklamasi setelah mendapat dukungan penuh dari delapan Pengurus FOBI Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot) se-Aceh yang hadir dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
Kesepakatan seluruh peserta mencerminkan komitmen bersama untuk terus mengembangkan olahraga barongsai di Aceh sekaligus meningkatkan prestasi di tingkat nasional.
Musprov dibuka oleh Ketua Umum KONI Aceh yang diwakili Wakil Ketua I KONI Aceh, H Teuku Rayuan Sukma.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih atlet Barongsai Aceh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut yang berhasil menyumbangkan tujuh medali yang terdiri dari dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Menurut Rayuan, hasil tersebut menjadi modal penting bagi FOBI Aceh untuk menatap PON XXII 2028, di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dengan lebih optimis.
“Kami bersyukur atas prestasi yang diraih atlet barongsai Aceh pada PON sebelumnya,” kata Wakil Ketua I KONI Aceh.
“FOBI kini menargetkan minimal satu medali emas di PON 2028. Mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai dan mampu membawa Aceh masuk 10 besar,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat program pembinaan atlet sejak dini.
Baca juga: Atlet Muslim Barongsai, Cheizhiya Azilla Camilin: Bukti Toleransi & Kerukunan Umat Beragama di Aceh
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan prestasi sangat bergantung pada keberlangsungan pembangunan yang dilaksanakan secara terencana dan merata di seluruh wilayah.
Selain itu, KONI Aceh juga mendorong FOBI untuk memperluas jaringan organisasinya hingga ke kabupaten dan kota yang belum memiliki kepengurusan.
Langkah ini dinilai penting agar cabor barongsai memenuhi syarat untuk dipertandingkan di Pekan Olahraga Aceh (PORA).

















