Densus Ungkap Ciri-Ciri Anak yang Terkena Kekerasan Ekstrim

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 Polri mengungkap, sedikitnya 70 anak terpapar ideologi kekerasan ekstrem di Indonesia. Konon, anak-anak yang dihadapkan pada pemahaman tersebut cenderung memiliki perilaku serupa.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara Densus 88 Polri Kombes Mayndra Eka mengungkapkan enam ciri anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Pertama, mereka sering menyukai simbol dan nama pelaku kekerasan pada barang pribadinya.

Bisa jadi sosok idola atau sosok yang ingin diikuti perilakunya, kata Mayndra dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2025).

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Kemudian, anak yang terpapar cenderung menarik diri dari masyarakat. Anak-anak lebih suka menyendiri dan menghabiskan waktu lama mengakses komunitas yang menyukai konten kekerasan seperti True Crime Community.

“Suka meniru tokoh atau idola. Nah ini sudah dibuktikan, kita ada kejadian – ada kejadian di SMAN 72 dan ABH melakukan perbuatan itu, dari replika senjatanya, dari postingannya, dari gaya berpakaiannya,” ujarnya.

Kemudian, anak-anak cenderung menyukai konten-konten yang tidak normal hingga kekerasan berlebihan di ponselnya. “Konten yang diakses tidak wajar, sehingga jika orang awam melihatnya pasti tidak tega melihat kejadian kekerasan yang sering diunggah di masyarakat,” lanjut Mayndra.

Jadi anak akan sangat marah jika orang lain melihat ponselnya. Ia akan menyatakan bahwa konten yang diakses adalah bagian dari privasi.

Lalu, ciri terakhirnya, anak-anak membawa replika senjata api dan pisau yang identik dengan kekerasan ke sekolah. Hal ini dianggap sebagai inspirasi kekerasan.

“Kadang dia bawa ke sekolah untuk menginspirasi kekerasan,” tambah Mayndra.

Komunitas TCC Tumbuh Sporadis

Masih dalam kesempatan yang sama, Mayndra menyatakan bahwa True Crime Community di grup media sosial kini semakin masif. Komunitas ini aktif menyebarkan keyakinan ekstrem kepada anak-anak dan remaja.

Mayndra menjelaskan, komunitas ini tidak dibentuk oleh kelompok tertentu, melainkan dibentuk secara sporadis mengikuti perkembangan teknologi.

“Komunitas ini tidak didirikan oleh seorang tokoh pendiri suatu organisasi atau lembaga, namun tumbuh secara sporadis seiring dengan perkembangan media digital yang merupakan pertemuan antara minat seseorang terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital transnasional,” jelas Mayndra.

Ia mengungkapkan, insiden kekerasan masif terjadi secara global akibat penyebaran gagasan melalui komunitas yang terus berkembang.

“Data global menunjukkan kita mengambil beberapa contoh, pada bulan Januari hingga Desember (2025), terjadi kekerasan yang hampir masif,” ujarnya.

Ia mengatakan, anak-anak di komunitas tersebut saling menginspirasi. Terbukti pelaku di Rusia menulis 'Bom Jakarta 2025' mengacu pada peristiwa bom di SMAN 72 Jakarta yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, pada gagang senjata yang digunakan pelaku penikaman di Rusia terdapat tulisan 'Bom Jakarta 2025'. Hal itu diketahui dari foto selfie membawa senjata yang diunggah pelaku ke grup komunitas TCC.

“Di gagang pistol pelaku penikaman di Moskow, Rusia, kita lihat ada tulisan 'Bom Jakarta'. Di situ tertulis 'Bom Jakarta 2025',” kata Mayndra.

“(Foto) itu diambil yang bersangkutan lalu diunggah ke komunitas ini. Nah, diduga terinspirasi dari peristiwa bom SMAN 72 di Jakarta,” tutupnya.

(ond/azh)

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Aceh Emas atau Aceh Gelisah? Haji Uma Beri Kuliah Umum, Tantang Generasi Muda Menjadi Penentu Masa Depan
Salahdine Parnasse menandatangani kontrak dengan UFC, menggambar acara utama UFC Paris melawan Dan Hooker
SAKSI VIDEO – Warga Pedalaman Sikundo Mempertaruhkan Nyawanya Menyeberangi Jembatan Tali untuk Beraktivitas
Kejuaraan Golf Aceh Seri I Resmi Digelar, PGI Aceh Incar 4 Atlet Lolos PON 20028
Murlin Terpilih Secara Aklamasi Pimpin FOBI Aceh 2026–2030, Siap Perkuat Pembangunan & Raih Prestasi PON 2028
Utah Talon vs. Bandit Chicago
53 Mahasiswa dari 12 Negara Ikuti Seleksi Masuk UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Laporan: Spencer Jones menandatangani lembar penawaran dengan OKC

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:36 WIB

Aceh Emas atau Aceh Gelisah? Haji Uma Beri Kuliah Umum, Tantang Generasi Muda Menjadi Penentu Masa Depan

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:24 WIB

Salahdine Parnasse menandatangani kontrak dengan UFC, menggambar acara utama UFC Paris melawan Dan Hooker

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:23 WIB

SAKSI VIDEO – Warga Pedalaman Sikundo Mempertaruhkan Nyawanya Menyeberangi Jembatan Tali untuk Beraktivitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:53 WIB

Kejuaraan Golf Aceh Seri I Resmi Digelar, PGI Aceh Incar 4 Atlet Lolos PON 20028

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:38 WIB

Murlin Terpilih Secara Aklamasi Pimpin FOBI Aceh 2026–2030, Siap Perkuat Pembangunan & Raih Prestasi PON 2028

Berita Terbaru