Viral: Warga di Blora nekat blokade jalan desa, alasannya bikin geleng-geleng kepala

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang warga memblokir jalan desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial. Warga nekat membangun pondasi batu kapur di tengah jalan beraspal karena mengaku halaman rumahnya tergerus akibat pelebaran akses jalan.

Peristiwa ini terjadi di RT 02/ RW 03, Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan. Tindakan sepihak ini pun menimbulkan keresahan di kalangan pengguna jalan lainnya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan di lokasi, pondasi berbahan batu kapur ini memiliki tinggi sekitar 30 cm dan membentang sepanjang 15 meter. Blokade ini menelan hampir separuh lebar jalan desa sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sedangkan pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati.

Diketahui, aksi pemasangan pondasi dilakukan dua hari lalu oleh salah satu pemilik lahan yang tidak ingin lahannya dijadikan akses publik tanpa adanya kompensasi atau kejelasan batas lahan.

Awalnya gang kecil

Juremi, salah satu warga sekitar, mengatakan awalnya gang tersebut hanya dihuni lima kepala keluarga dan lebar jalan hanya sekitar satu meter. Namun seiring bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan akses, jalan tersebut diperlebar secara mandiri menjadi sekitar 2,5 meter.

Tiba-tiba orang tersebut mengaku pelebaran jalan itu memakan lahan pribadinya. Karena tidak mau, dia kemudian memasang pondasi. Kini warga yang ingin lewat sangat terganggu, kata Juremi, Rabu (7/1/2026).

Kekecewaan warga tidak hanya ditujukan kepada pelaku blokade, tapi juga kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Kalangan. Warga menilai pemerintah desa terkesan menutup mata dan mengabaikan konflik-konflik yang terjadi di lapangan.

Hingga saat ini, belum ada upaya mediasi formal yang dilakukan oleh perangkat desa untuk menyelesaikan sengketa pertanahan tersebut. Karena merasa akses utama terhalang, warga sekitar akhirnya mengambil langkah darurat.

“Kami terpaksa mencari alternatif lain secara mandiri bersama warga. Jalan utama kami lewati tanpa bantuan pemerintah desa,” kata Juremi.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Intoleransi Laktosa vs Alergi Susu Sapi, Ketahui Perbedaan Penyebab dan Gejalanya
Iran Mengancam Akan Menyerang Hotel, Bank, dan Properti Trump di Timur Tengah
KLIK DI SINI untuk menonton langsung Chivas vs Bravos de Juárez!
Tgk Tarmizi Tarmizi dan Ayah Teubeng Pimpin Majelis Syura PKB Pidie
Singkirkan Karat, Bangun Kesuksesan | Materi Pertandingan
Masa Transisi Darurat akan segera berakhir, Aceh Bersiap Masuk Fase Rehabilitasi-Rekon
Cuaca 26 Juli, Tiga Kecamatan di Aceh Singkil Hujan Ringan
Serangan Iran semakin tepat sasaran AS, Pentagon curiga Moskow dan Beijing terlibat

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:05 WIB

Intoleransi Laktosa vs Alergi Susu Sapi, Ketahui Perbedaan Penyebab dan Gejalanya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:48 WIB

Iran Mengancam Akan Menyerang Hotel, Bank, dan Properti Trump di Timur Tengah

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:47 WIB

KLIK DI SINI untuk menonton langsung Chivas vs Bravos de Juárez!

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:38 WIB

Tgk Tarmizi Tarmizi dan Ayah Teubeng Pimpin Majelis Syura PKB Pidie

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:18 WIB

Singkirkan Karat, Bangun Kesuksesan | Materi Pertandingan

Berita Terbaru

HEADLINE

Singkirkan Karat, Bangun Kesuksesan | Materi Pertandingan

Minggu, 26 Jul 2026 - 05:18 WIB