Dua orang tewas dan sepertiga lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Lebanon selatan pada hari Selasa, yang merupakan pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata, kata Kementerian Kesehatan. Anadolu laporan.
Pernyataan kementerian mengatakan korban jiwa terjadi ketika pesawat tak berawak Israel melakukan serangan di kota Kafrdounin di Distrik Bint Jbeil.
Kantor berita negara NNA melaporkan bahwa sebuah pesawat Israel menembakkan dua rudal ke sebuah gedung tiga lantai di kota Ghaziyeh di Sidon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu orang terluka dalam serangan itu, kata Kementerian Kesehatan.
Serangan itu terjadi di tengah laporan media Israel tentang persiapan kemungkinan serangan besar-besaran yang menargetkan posisi Hizbullah jika pemerintah dan tentara Lebanon gagal membongkar senjata kelompok tersebut.
Lebanon dan Israel telah menerapkan gencatan senjata sejak November 2024 yang mengakhiri lebih dari satu tahun serangan lintas batas di tengah perang di Gaza. Lebih dari 4.000 orang tewas dan 17.000 lainnya luka-luka.
Berdasarkan gencatan senjata, tentara Israel seharusnya menarik diri dari Lebanon selatan pada bulan Januari ini, namun mereka hanya menarik sebagian dan terus mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
















