Pejabat kota di Peru mengatakan tiga orang tewas dalam serangan terhadap tambang informal | Berita Pertambangan

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat setempat mengatakan jumlah korban tewas bisa bertambah karena tujuh orang hilang menyusul serangan pada Malam Tahun Baru.

Setidaknya tiga orang tewas dan tujuh orang masih hilang menyusul serangan terhadap sebuah tambang informal di Peru utara, menurut pejabat setempat.

Dalam video yang dibagikan oleh outlet berita Peru Canal N pada hari Kamis, Walikota Pataz Aldo Marino mengatakan serangan itu terjadi sekitar satu jam sebelum tengah malam pada Malam Tahun Baru.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 itemakhir daftar

“Berdasarkan informasi yang saya terima dari polisi, tiga orang tewas di pintu masuk tambang, dan tujuh orang hilang,” kata Marino, sambil mencatat bahwa jumlah korban tewas mungkin mencapai 15 orang karena masih banyak lagi jenazah yang ditemukan.

Rincian mengenai insiden ini masih belum diketahui, namun operasi penambangan informal sering menjadi sumber konflik di Amerika Selatan, karena kelompok kriminal berebut kendali.

Insiden terbaru terjadi di dekat kota Vijus, di departemen La Libertad di barat laut Peru.

Polisi melaporkan bahwa 13 penambang tewas di wilayah yang sama pada Mei lalu. Insiden tersebut memicu tanggapan keras dari pemerintah setempat, termasuk penghentian aktivitas penambangan selama 30 hari dan jam malam.

Wilayah ini terkenal dengan tambang emasnya, termasuk salah satu yang terbesar di dunia, Lagunas Norte.

Namun pertambangan informal juga bermunculan, ketika penduduk pedesaan dan geng kriminal mencoba mendapatkan kekayaan dari pegunungan Pataz, provinsi tempat pertumpahan darah baru-baru ini terjadi.

Setelah insiden hari Rabu, polisi telah menangkap dua orang, dan penyelidikan sedang dilakukan.

Kantor berita Reuters mengutip jaksa setempat yang mengatakan bahwa 11 selongsong peluru telah ditemukan di lokasi serangan.

Sebuah perusahaan pertambangan, Poderosa, juga mengatakan kepada media bahwa petugas keamanannya telah mendengar suara tembakan dan, setelah mendekati TKP, menemukan tiga orang tewas.

Banyak penambang informal beroperasi dengan menggunakan izin sementara yang dikeluarkan pemerintah, yang dikenal dengan izin REINFO.

Reuters melaporkan bahwa pemerintah menangguhkan izin sekitar 50.000 penambang skala kecil pada bulan Juli sebagai bagian dari proses formalisasi, sehingga memungkinkan sekitar 30.000 penambang untuk terus beroperasi.

Peru mengekspor emas senilai $15,5 miliar pada tahun 2024, dibandingkan dengan $11 miliar pada tahun sebelumnya. Pengawas keuangan negara tersebut memperkirakan bahwa sekitar 40 persen emas negara tersebut berasal dari perusahaan gelap.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ribuan Pasukan Elit AS Bersiap Serang Fasilitas Nuklir Iran, Targetkan Rebut Uranium yang Diperkaya
Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan HIV
AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan
Hantu itu masih menghantui
Kode Redeem FF 28 Juli 2026, Buruan Klaim Bundle, Skin Senjata, Emote, dan Token Gratis
Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI-P DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik
Siapkan Payung, BMKG Prediksi Selasa 28 Juli Seluruh Wilayah Kota Subulussalam Akan Diguyur Hujan
Viral Andi Tenri Diduga Cabuli Staf, Berapa Hartanya?

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:11 WIB

Ribuan Pasukan Elit AS Bersiap Serang Fasilitas Nuklir Iran, Targetkan Rebut Uranium yang Diperkaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:47 WIB

Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan HIV

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:40 WIB

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:01 WIB

Kode Redeem FF 28 Juli 2026, Buruan Klaim Bundle, Skin Senjata, Emote, dan Token Gratis

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:48 WIB

Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI-P DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik

Berita Terbaru

HEADLINE

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:40 WIB