Menteri Luar Negeri Mesir menasihati Suriah mengenai persatuan dan memperingatkan terhadap klaim palsu di selatan – RakyatPos.id

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel Aaty telah menawarkan apa yang disebutnya sebagai “nasihat tulus” kepada pemerintah Suriah, mendesak mereka untuk berupaya mewujudkan stabilitas dan kesatuan nasional dan teritorial.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah Mesir pada hari Kamis, Abdel Aaty mengatakan Mesir “mengharapkan semua yang baik untuk Suriah, tidak ikut campur dalam urusannya, dan bertindak atas dasar tanggung jawab Arab, kepentingan bersama dan sejarah”. Dia merujuk pada persatuan di masa lalu antara kedua negara, dengan mengatakan: “Kami adalah satu bangsa di dua wilayah, dan kami harus memberikan nasihat demi stabilitas di Suriah.”

Dia mengatakan pemerintah Suriah harus terlibat dalam dialog dengan semua sekte, mengingat situasi negara yang unik dan keragaman sosial, etnis dan agama. Dia menekankan bahwa pendekatan ini akan membantu menutup pintu bagi dalih intervensi asing, mencegah ketidakstabilan dan melindungi kesatuan negara.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia memberi contoh tentang apa yang dia gambarkan sebagai “kebenaran digunakan untuk tujuan yang salah”, yang diklaim Israel dalam intervensinya di Suriah selatan dengan tuduhan melindungi Druze.

Kementerian Mesir mencatat bahwa “Melindungi sekte adalah tanggung jawab otoritas yang berkuasa. Inilah sebabnya kami menyarankan untuk berkomunikasi dengan semua sekte, seperti Kurdi, Druze, dan Alawi. Semuanya adalah warga Suriah.”

Dia juga meminta Suriah untuk melihat pengalaman Mesir, yang menurutnya “menjunjung tinggi nilai-nilai kewarganegaraan tanpa memandang sekte”.

Mengenai Palestina, Abdel Aaty menggambarkan isu ini sebagai “induk segala penyebab”. Ia mengatakan Mesir mempunyai garis merah, termasuk memisahkan Tepi Barat dari Gaza atau membagi Jalur Gaza. Dia mencatat bahwa Mesir, meskipun mendapat tekanan besar, telah menghalangi rencana pemindahan paksa warga Palestina.

Mengenai Sudan, dia mengatakan Mesir juga memiliki garis merah yang jelas, memperingatkan bahwa perpecahan di Sudan akan secara langsung mengancam Mesir. Dia menambahkan bahwa hal yang sama berlaku untuk setiap perpecahan di Libya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

TPNPB Kodap Ndugama Tetapkan Agen Intelijen Sebagai DPO
Arab Saudi Diam-diam Menggalang Koalisi Internasional Melawan Blokade Houthi di Laut Merah
Mitsubishi Fuso Rilis Bus Canter Ekstra Panjang di GIIAS 2026, Harga Rp 469 Juta!
Lima kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil hujan, enam kecamatan lainnya berawan
Resolusi para pemimpin MSG tersebut disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia di PBB
Perry Warjiyo dan Purbaya sempat terungkap berselisih sebelum Gubernur BI mengundurkan diri
Polres Pidie Bagikan Air Bersih ke 494 KK di Gampong Neuhuen, Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Pemprov Papua Tengah Perkuat Koordinasi Cadangan Pangan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:34 WIB

TPNPB Kodap Ndugama Tetapkan Agen Intelijen Sebagai DPO

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:21 WIB

Arab Saudi Diam-diam Menggalang Koalisi Internasional Melawan Blokade Houthi di Laut Merah

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:17 WIB

Mitsubishi Fuso Rilis Bus Canter Ekstra Panjang di GIIAS 2026, Harga Rp 469 Juta!

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

Lima kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil hujan, enam kecamatan lainnya berawan

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:45 WIB

Resolusi para pemimpin MSG tersebut disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia di PBB

Berita Terbaru

HEADLINE

TPNPB Kodap Ndugama Tetapkan Agen Intelijen Sebagai DPO

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:34 WIB

HEADLINE

Peta Simpsons, Kulit Spider-Man, dan Lainnya

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:14 WIB