RakyatPos.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin berharap potensi zakat di Indonesia yang mencapai Rp327 triliun harus dioptimalkan agar menjadi instrumen penting dalam pembangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Potensi zakat yang dapat mencapai Rp327 triliun harus dioptimalkan menjadi instrumen penting dalam pembangunan untuk mewujudkan keadilan sosial di masyarakat,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat dengan tema “Gerakan Zakat Menuju Indonesia Emas 2045” di Istana Wapres, Jakarta, Selasa.
Bahkan, kata Wapres, potensi tersebut setara dengan 76 persen anggaran perlindungan sosial (perlinsos) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.
“Oleh karena itu, peran zakat dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu terus dioptimalkan,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Wapres juga meminta langkah-langkah strategis dalam penguatan tata kelola zakat terus digalakkan, mulai dari penguatan regulasi untuk merespon dinamika kebutuhan masyarakat, hingga penyiapan peta jalan sebagai acuan dan arah kebijakan strategis dalam pengelolaan zakat menuju Indonesia Emas 2045.
“Berbagai upaya tersebut juga penting untuk membangun ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel, sehingga kontribusi zakat dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Dalam mencapai visi tersebut, pembangunan yang merata dan inklusif merupakan modal utama yang penting untuk dimiliki.
Untuk itu, Wapres menyampaikan bahwa kebijakan redistribusi dan pengurangan ketimpangan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mendorong pemerataan pendapatan dan pengentasan kemiskinan.
“Pada titik ini, zakat dapat menjadi salah satu solusi melalui mekanisme redistribusi pendapatan untuk memenuhi kebutuhan primer para mustahik (penerima zakat) agar dapat terangkat dari garis kemiskinan,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Ia pun meyakini, dengan gerakan zakat yang masif tentu akan melahirkan kekuatan yang kuat untuk mengatasi persoalan kemiskinan di masyarakat.
RakyatPos.ID Network
















