AS dan Sekutu Tuduh China Lakukan Serangan Siber terhadap Instansi Pemerintah di Indo-Pasifik

- Jurnalis

Rabu, 10 Juli 2024 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menuduh Kementerian Keamanan Negara Tiongkok mengarahkan serangan siber terhadap entitas pemerintah dan sektor swasta melalui sekelompok peretas yang dikenal sebagai Advanced Persistent Threat 40 atau APT40.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meluncurkan Bloomberg, Selasa (9/7/2024), dalam laporan yang dipimpin Australia yang diterbitkan pada Selasa pagi, badan intelijen dan keamanan siber untuk AS, Inggris, Kanada, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman mengatakan bahwa APT40 telah berulang kali menargetkan pemerintah di seluruh Indo-Pasifik.

Dalam laporannya disebutkan bahwa kelompok tersebut mampu mencuri ratusan nama pengguna dan kata sandi unik dalam satu insiden pada April 2022, serta mencegat kode autentikasi multifaktor.

“Badan penulis menilai bahwa kelompok ini melakukan operasi siber berbahaya untuk Kementerian Keamanan Negara,” kata laporan itu.

Lebih jauh lagi, laporan itu juga menambahkan bahwa APT40 lebih sering mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur yang menghadap publik daripada menggunakan teknik yang memerlukan interaksi pengguna, seperti phishing.

Bloomberg mengatakan jarang sekali Australia secara eksplisit menuduh pemerintah China terlibat dalam serangan siber, terutama setelah membaiknya hubungan antara Canberra dan Beijing sejak terpilihnya pemerintahan Buruh berhaluan kiri-tengah pada Mei 2022.

Pada bulan Juni, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menjadi pejabat senior pertama yang mengunjungi Australia dalam lebih dari tujuh tahun, sebuah tonggak penting dalam normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Siber Australia, Clare O’Neil mengatakan bahwa intrusi siber oleh pemerintah asing merupakan salah satu ancaman paling signifikan yang dihadapi negara tersebut.

“Setiap hari badan intelijen kami bekerja tanpa lelah untuk mengidentifikasi dan menghentikan para aktor ini,” katanya.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran
Pada acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Trump bertemu dengan korps pers yang berada di bawah tekanannya
AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia
KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali
Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies
Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen
Iran menargetkan pangkalan Amerika di Yordania dan Irak karena perang yang berkecamuk menghabiskan persediaan pencegat AS
Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:55 WIB

Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:10 WIB

Pada acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Trump bertemu dengan korps pers yang berada di bawah tekanannya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:09 WIB

AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:55 WIB

KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39 WIB

Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies

Berita Terbaru

HEADLINE

AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia

Sabtu, 25 Jul 2026 - 03:09 WIB

HEADLINE

Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies

Sabtu, 25 Jul 2026 - 02:39 WIB