Pakar Digital Desak Mabes Polri Usut Dicky Prasetya Atmaja, Terduga Pelaku Serangan Siber PDNS

- Jurnalis

Minggu, 7 Juli 2024 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pakar digital Anthony Leong menyoroti kasus serangan siber yang melumpuhkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), dengan aktor utama diduga warga negara Indonesia (WNI).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Media sosial X atau Twitter sebelumnya telah menyudutkan satu nama yang diduga sebagai dalang peretasan tersebut, yakni Dicky Prasetya Amaja. Dicky diketahui sebelumnya bekerja di LintasArtayang diduga membocorkan data PDN sejak 11 Oktober 2022.

Bahkan, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengungkapkan, pihaknya sudah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku yang diduga merupakan aktor non-negara yang memiliki motif ekonomi.

Anthony Leong mendesak tim siber Mabes Polri segera turun tangan untuk mengusut bukti-bukti yang beredar di media sosial X terkait dugaan keterlibatan Dicky. “Jika memang yang bersangkutan terbukti terlibat, maka penegak hukum harus segera menangkapnya karena telah merugikan negara,” kata Anthony dalam keterangannya, Sabtu (6/7/2024).

Direktur PoliEco Digital Insight Institute (PEDAS) juga menegaskan, insiden yang menimpa PDN merupakan teror siber, yang diduga melibatkan orang dalam yang mungkin secara sengaja membuka akses data.

“Ini teror siber terhadap PDN. Diduga ada keterlibatan orang dalam karena ada potensi orang dalam membuka data ini. Jadi bisa dikatakan bukan hacker hebat. Dari bahasa narasi permintaan maafnya juga kedengaran seperti orang Indonesia,” imbuhnya. Dicky Prasetya Atmaja diketahui sengaja mengunggah dokumen rahasia negara di situs tersebut. Scribd sejak 2022

Scribd adalah platform berbagi dokumen tempat pengguna dapat mengunggah dan mengunduh dokumen dengan biaya tertentu. Salah satu dokumen yang dibocorkan Dicky adalah akses cloud/portal virtual dan akses PDN jaringan privat virtual (VPN).

“Publik dapat mengunduh semua dokumen yang terkait dengan unggahan tersebut. Semua dokumen rahasia itu sengaja dibocorkan. Semua bencana siber dalam dua tahun terakhir bisa saja berawal dari dokumen-dokumen yang bocor ini. Bayangkan jika kita kembali ke tahun 2022, berapa banyak kebocoran data yang akan terjadi?” kata Anthony.

Anthony meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) segera melakukan audit Pusat Data Nasional (PDN) untuk mengatasi dan mencegah kebocoran data lebih lanjut. “Publik menunggu langkah tegas dari pihak berwenang dalam menangani dan menyelesaikan kasus ini,” katanya.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal
Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?
Di dalam janji dan resepsi pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce – NBC New York
Ilmuwan Aceh Berbagi Pengalaman Soal Topan Senyar di Thailand, Türkiye Tuan Rumah AIWEST-DR 2027
Cole Hauser Tentang “Tantangan” 'Dutton Ranch' Tanpa Taylor Sheridan”.
Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:42 WIB

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:26 WIB

Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:07 WIB

Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:55 WIB

Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:32 WIB

Di dalam janji dan resepsi pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce – NBC New York

Berita Terbaru