Warga Kuba dan Afghanistan yang dideportasi dari AS tiba di Guyana

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GEORGETOWN, Guyana (AP) — Pemerintah Guyana pada Sabtu melaporkan bahwa mereka telah menerima orang pertama dari enam orang yang dideportasi dari Amerika Serikat berdasarkan sistem deportasi negara ketiga yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menteri Luar Negeri Guyana, Robert Persaud, mengindikasikan bahwa enam warga negara dari Kuba dan Afghanistan tiba pada hari Jumat setelah pemerintahannya melakukan proses verifikasi dan menetapkan bahwa mereka tidak memiliki catatan kriminal. Dia menambahkan, kelompok tersebut diusir dari Amerika Serikat terutama karena masalah imigrasi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persaud mencatat bahwa pemerintahannya mencapai kesepakatan untuk menampung orang-orang yang dideportasi setelah negosiasi berbulan-bulan. Dia juga mengatakan kepada The Associated Press: “Amerika Serikat tidak mengajukan permintaan lebih lanjut.” Perjanjian tersebut akan berlaku selama satu tahun dan bukan merupakan pemukiman kembali permanen, katanya.

Mereka yang dipindahkan ke Guyana dalam rangka Assisted Voluntary Return Program akan menunggu di sana untuk mengetahui hasil penetapan status imigrasinya. Pada akhirnya, mereka dapat kembali ke negara asalnya atau direlokasi ke tempat lain.

Pihak berwenang Guyana mencatat bahwa Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB bertanggung jawab melaksanakan program ini, dan menambahkan bahwa pemerintah tidak akan menanggung biaya akomodasi atau subsisten.

Guyana, anggota pendiri Komunitas Karibia yang beranggotakan 15 negara, adalah negara anggota terbaru yang menerima sekelompok kecil orang yang dideportasi dari Amerika Serikat. Negara lainnya termasuk St. Kitts dan Nevis, Belize dan St. Lucia, yang menurut para pejabat akan menerima kelompok pertamanya minggu ini.

__________

Cerita ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh editor AP dengan bantuan alat kecerdasan buatan generatif.


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Newsroom.id tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Menolak Lupakan Pernyataan Jaksa Agung: Pejabat Eselon I dan II KLHK Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengelolaan Sawit Rp. 300 T
Sudah Digeledah dan Diperiksa, Kapan Tersangka Korupsi PLTU Suralaya Diumumkan?
Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada 3 provinsi, salah satunya Jakarta
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Polisi Perketat Patroli di Radius 3 Kilometer
Catatan! Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang, Terganggu Letusan Gunung Anak Krakatau
(Cuaca hari ini) Langit cerah di seluruh negeri…rintik hujan di Laut Timur, Gyeongsang, dan Jeju
Pasca letusan Anak Krakatau, kini Gunung Semeru juga ikut meletus
Sebelum sepak bola UCLA bisa menang, UCLA harus menjadi sesuatu yang penting lagi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 12:42 WIB

Menolak Lupakan Pernyataan Jaksa Agung: Pejabat Eselon I dan II KLHK Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengelolaan Sawit Rp. 300 T

Minggu, 6 September 2026 - 12:20 WIB

Sudah Digeledah dan Diperiksa, Kapan Tersangka Korupsi PLTU Suralaya Diumumkan?

Minggu, 6 September 2026 - 12:06 WIB

Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada 3 provinsi, salah satunya Jakarta

Minggu, 6 September 2026 - 12:03 WIB

Warga Kuba dan Afghanistan yang dideportasi dari AS tiba di Guyana

Minggu, 6 September 2026 - 11:53 WIB

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Polisi Perketat Patroli di Radius 3 Kilometer

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE