RakyatPos.id – Pergantian mendadak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara pada Senin (14/9/2026) menarik perhatian pengamat ekonomi dan politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menilai salah satu faktor pencopotan Purbaya dipicu oleh blunder fatal terkait pengalihan pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh ke dalam beban APBN.
Sebelumnya, Purbaya menyatakan skema cicilan utang proyek Whoosh akan bertahan hingga 80 tahun dengan nilai Rp1 triliun per tahun melalui mekanisme pengelolaan kelembagaan di bawah Kementerian Keuangan.
Kesalahan kebijakan Purbaya yang paling fatal adalah menyetujui efisiensi anggaran daerah yang brutal untuk MBG dan mengambil risiko utang Kereta Cepat Jakarta Bandung menjadi tanggungan APBN, kata Bhima, Senin (14/9/2026).
Selain soal pinjaman Whoosh, Bhima mengkritik langkah Purbaya yang menyetujui pemotongan APBD demi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedua kebijakan tersebut dinilai berisiko merusak sistem pengelolaan anggaran dan meningkatkan beban utang jangka panjang negara secara masif.



















