RakyatPos.id – Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menyindir Presiden Prabowo Subianto terkait penilaiannya terhadap tingkat kecintaan masyarakat terhadap pemerintahannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiyo menilai Prabowo salah jika menganggap dirinya dicintai rakyat karena menurutnya dukungan itu hanya datang dari penjilat.
“Dia pikir dia dicintai rakyat, padahal dia hanya disembah oleh penjilat,” kata Tiyo dalam keterangan di akun media sosialnya.
Selain mengkritik Prabowo, Tiyo juga menyinggung soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam keterangannya, ia mengutip pandangan penyair hilang Wiji Thukul tentang makna kemerdekaan.
Tiyo menilai permasalahan dalam penerapan MBG menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak yang menerima program tersebut.
“Sekarang keadaannya lebih menakutkan lagi Mas Wiji, kalau nasi jadi t** itu wajar dan wajar, tapi yang terjadi kalau nasi (MBG) dimakan terancam mati,” kata Tiyo.
Ia kemudian mengatakan, lebih dari 40 ribu anak Indonesia mengalami trauma dan terancam keselamatannya akibat permasalahan yang ia kaitkan dengan pelaksanaan program MBG.
Menurut Tiyo, kesalahan dalam pelaksanaan program tidak hanya ditanggung oleh pengelola di lapangan. Dia menilai permasalahan tersebut terkait dengan desain dan kebijakan yang dibuat oleh pihak yang berwenang.
“Orang-orang ini menyalahkan manajer di lapangan dan berpura-pura lupa bahwa kesalahan mereka sendirilah yang menciptakan kesenjangan,” ujarnya.
Tiyo kemudian menggunakan metafora kebakaran untuk menggambarkan risiko kebijakan yang menurutnya tidak dikelola dengan baik.
Ia mengingatkan, persoalan ini pada akhirnya bisa menjadi masalah bagi pihak-pihak yang mengambil kebijakan.
“Mereka sedang bermain api Mas Wiji, tapi mereka tidak sadar bahwa api yang mereka gunakan untuk menakut-nakuti akan segera membakar diri mereka sendiri. Sebentar lagi. Sebentar lagi. Sebentar lagi,” kata Tiyo.



















