RakyatPos.id – Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) menjadi sorotan publik setelah calon taruna putri Program Sarjana Kedokteran, Asma Wafa Ahdina, memilih mengundurkan diri meski dinyatakan lolos seleksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut diambil Wafa saat menandatangani kontrak karena enggan mengikuti arahan internal kampus yang mewajibkan mahasiswi melepas hijab saat menempuh pendidikan.
Pilihan yang kami punya hanyalah melepas atau mengundurkan diri. Saya memilih opsi kedua, tegas Wafa, dikutip dari pemberitaan Tribunsumsel.com sebelumnya, Senin (24/8/2026).
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan mengklarifikasi bahwa pelepasan jilbab bersifat teknis demi alasan keamanan saat Latihan Dasar Militer.
Wafa juga berharap Unhan bisa lebih transparan dalam menyampaikan ketentuan tersebut sejak pendaftaran yang kini juga mengarahkan perhatian masyarakat pada tokoh-tokoh pimpinan di kampus.
Lantas, siapakah sosok yang saat ini menduduki jabatan tertinggi di kampus tersebut? Berikut profil lengkap Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho, MMDS, MA
Profil Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho, MMDS, MA
Melansir dari laman resmi Kemenhan.go.id, Senin (24/8/2026) diketahui Letjen TNI (Purn) Dr Anton Nugroho, MMDS, MA lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 27 September 1966.
Perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini memiliki pengalaman luas di bidang operasi militer, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan kepemimpinan strategis nasional.
Lulusan Akademi Militer Cabang Infantri (Kopassus) angkatan 1988 ini resmi menjabat Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) sejak 22 Mei 2025.
Karier militernya dimulai di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), di mana ia memegang berbagai tugas operasional dan posisi komando yang membentuk kapasitas kepemimpinan dan profesionalismenya.
Pengalaman operasionalnya meliputi penugasan di Timor Timur, Aceh, dan operasi keamanan perbatasan di Atambua.
Untuk memantapkan kompetensi kepemimpinan dan wawasan strategisnya, Anton menempuh berbagai kursus pendidikan militer bergengsi, seperti Sekolah Staf dan Komando Australia (2002), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada tahun 2011, Sekolah Tinggi Perang Angkatan Darat AS di Amerika Serikat (2014), dan Program Pendidikan Angkatan Reguler (PPRA) Lemhannas RI pada tahun 2018.
Di bidang akademik, Anton Nugroho memiliki latar belakang pendidikan formal yang kuat dan multidisiplin.
Beliau menyelesaikan gelar Sarjana Hukum di Universitas Merdeka Surabaya, Sarjana Ekonomi di Universitas Krisnadwipayana, Master of Arts in Diplomacy and Military Science di Norwich University, Amerika Serikat, dan Master of Defense Studies di University of Canberra, Australia.
Komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan diwujudkan melalui penyelesaian pendidikan Doktor Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2012.
Sepanjang karir pengabdiannya, beliau dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI dan lembaga negara, antara lain:
- Komandan Satuan, Komandan Tim, Komandan Detasemen, hingga Pasi di Grup 2 Kopassus
- Komandan Detasemen Intelijen Kodam V/Brawijaya
- Komandan Korem 163/Wira Satya Kodam IX/Udayana
- Direktur Operasional Pendidikan Deputi Pendidikan Kepemimpinan Nasional Lemhannas RI
- Pakar Intermediate Review Bidang Sistem Nasional Lemhannas RI
- Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad)
- Komandan Pusat Senjata Infanteri TNI Angkatan Darat (Pussenif).
- Dosen Fakultas Hubungan Internasional Universitas Jenderal Achmad Yani
Atas dedikasi dan kesetiaannya kepada bangsa dan negara, Anton Nugroho telah mendapatkan berbagai penghargaan dan penghargaan dari Pemerintah Indonesia dan institusi TNI.
Beberapa di antaranya termasuk:
- Bintang Yudha Dharma Nararya,
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya,
- Kesetiaan Satyalancana XXIV Tahun,
- Satyalancana Dharma Nusa,
- Satyalancana Dwidya Sistha,
- Satyalancana Wira Dharma, sampai
- Satyalancana GOM IX Raksaka Dharma.
Selaku Rektor Universitas Pertahanan Indonesia, Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho terus mendorong transformasi pendidikan tinggi pertahanan agar unggul, adaptif, inovatif dan berdaya saing global.
Dengan memadukan pengalaman kepemimpinan di bidang militer, pendidikan, dan lembaga strategis nasional, beliau berkomitmen memperkuat peran Universitas Pertahanan Indonesia sebagai center of excelence di bidang pertahanan dan menghasilkan sumber daya manusia pertahanan yang profesional dan berintegritas.



















