Pulang menimba ilmu ke pesantren ternyata cabul, anak pemilik panti asuhan berhubungan intim dengan gadis buta

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Tersangka pencabulan MSN (22) hanya bisa menundukkan kepala lesu saat diperiksa Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

MSN merupakan anak dari pemilik panti asuhan di Surabaya.

Korbannya adalah seorang gadis di bawah umur tunanetra, berusia 14 tahun.

Sehari-harinya, korban adalah warga panti asuhan yang dititipkan ibu kandungnya karena bekerja sebagai TKI.

Ironisnya, tersangka rupanya merekam aksi bejatnya menggunakan ponsel pribadinya.

Di situlah aksi tak senonoh MSN terbongkar.

Tindakan dilakukan saat keadaan sepi

Di hadapan petugas, MSN mengaku mengelabui korban dengan mengajak korban ke kamarnya saat kondisi rumah sepi.

“Setiap sepi, kalau tidak ada orang tidak ada yang tahu,” aku MSN.

MSN juga tak menampik bahwa perbuatan bejatnya memang sengaja direkam.

Mendengar pengakuan tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie pun geram.

Pasalnya, aksi MSN tersebut rupanya dilakukan tak lama setelah ia baru pulang belajar di pesantren.

“Pulang dari pondok sebenarnya… tidak senonoh! Proses saja,” kata Kombespol Lutfhie.

Terkena

Perbuatan bejat tersangka diketahui setelah ibu kandung korban kembali ke Kota Surabaya.

Saat itu, ia mendapat kabar dari salah satu anaknya bahwa pelaku telah menyimpan gambar dan video di ponsel korban.

Pelaku tak berkutik sehingga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolrestabes Surabaya.

“Ibumu sekarang sudah tahu (tindakan cabul pelaku).”

“Responnya saya kecewa,” kata MSN saat ditanya apakah korban dan orang tuanya mengetahui perbuatan kejamnya.

Korban ditempatkan di panti asuhan saat berusia 3 tahun karena ibunya bekerja sebagai TKI.

DP3A-PPKB

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari mengungkapkan, saat ini korban sudah diantar ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya.

Korban masih didampingi DP3A-PPKB dan dirawat ibu korban, kata AKBP Melatisari.

Kasus tersebut sedang ditangani polisi untuk diproses hukum, dan korban saat ini dalam perawatan ibunya dengan pendampingan DP3A-PPKB Kota Surabaya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Tenis, ATP – Cincinnati Terbuka 2026: Musetti mengalahkan Altmaier
Bareskrim Geledah Rumah Mewah di Bengkong, Kasus Kasino Batam Makin Meluas
12 Pesawat Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Hari Ini 19 Agustus 2026, Berikut Jadwal Lengkapnya
Guru Madrasah di Bangkalan ditangkap polisi setelah diduga menganiaya 6 siswi
Lotere Maryland Mega Jutaan, Pilih 3 hasil untuk 14 Agustus 2026
Yusril Berencana Dapat Gelar Doktor HC dari UIN Ar-Raniry, PWSI Soroti Rampungnya Blang Padang
3 Layanan Cloud Gaming Teratas pada tahun 2026: GeForce SEKARANG, Xbox Cloud
VIDEO KATA-KATA SAKSI Kisah Saskia Pembawa Nampan Paskibraka Bireuen di HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:07 WIB

Tenis, ATP – Cincinnati Terbuka 2026: Musetti mengalahkan Altmaier

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:05 WIB

Bareskrim Geledah Rumah Mewah di Bengkong, Kasus Kasino Batam Makin Meluas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:49 WIB

12 Pesawat Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Hari Ini 19 Agustus 2026, Berikut Jadwal Lengkapnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:39 WIB

Guru Madrasah di Bangkalan ditangkap polisi setelah diduga menganiaya 6 siswi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Lotere Maryland Mega Jutaan, Pilih 3 hasil untuk 14 Agustus 2026

Berita Terbaru