Türkiye Menambahkan Netanyahu ke Daftar Orang yang Dicari Interpol

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pengadilan di Istanbul, Türkiye, resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional melalui Interpol untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Pengadilan menganggap pemimpin rezim Zionis sebagai penjahat yang berbahaya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pemberitaan surat kabar Sabah, Selasa (14/7/2026), majelis hakim Pengadilan Kriminal Istanbul Nomor 11 yang menangani kasus penangkapan aktivis Global Sumud Flotilla memutuskan untuk memasukkan Netanyahu sebagai terdakwa dalam daftar buronan Interpol.

Langkah hukum ini bukan kali pertama dilakukan Turki. Pada November 2025, Kantor Kejaksaan Istanbul juga mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan sejumlah pemimpin Zionis Israel lainnya atas tuduhan genosida di Jalur Gaza.

Otoritas Turki kemudian membuka penyelidikan baru setelah otoritas Israel menangkap peserta aksi Global Sumud Flotilla. Kelompok relawan tersebut ditangkap saat hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza pada Oktober lalu.

Tas Bukti Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Para dokter, termasuk psikolog yang memeriksa para aktivis tersebut setelah mereka dideportasi dari Israel, telah mengajukan bukti kuat adanya kejahatan terhadap kemanusiaan ke pengadilan. Padahal, peserta Global Sumud Flotilla murni bergerak membawa bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat Palestina di Gaza.

Menanggapi kejadian tersebut, Kementerian Luar Negeri Turki sebelumnya mengecam keras tindakan Angkatan Laut Israel dan menyebutnya sebagai tindakan pembajakan. Ankara menekankan bahwa serangan terhadap aktivis perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga berulang kali mengkritik Netanyahu di tengah serangan berulang-ulang Israel terhadap Iran dan gerakan Palestina, Hamas.

Erdogan menegaskan kembali komitmen kuat Ankara untuk terus berdiri dan mendukung negara-negara yang menjadi korban agresi Israel.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru