Jayapura, RakyatPos.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lalita membagikan 3,1 ton beras kepada warga kurang mampu di sejumlah wilayah di Provinsi Papua. Penyaluran itu dilakukan saat senator asal dapil Papua itu reses ke provinsi timur Indonesia, Selasa (21/7/2026).
Menurut dia, sisa alokasi bantuan beras reguler sebanyak 1,5 ton dari Bulog Pusat atau sekitar 300 karung, ia ambil untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan tepat sasaran.
Lalita mengatakan, sebelumnya dirinya telah menyalurkan 1,6 ton beras kepada masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori, sehingga alokasi bantuan beras yang disalurkan kepada warga kurang mampu pada masa reses dan kunjungan kerjanya mencapai 3,1 ton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami bersama Bulog Papua mengambil sisa kuota beras reses sebanyak 1,5 ton. Bantuan ini seluruhnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Jayapura dan sekitarnya,” kata Lalita melalui pesan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Menurut Lalita, proses penyaluran bantuan dilakukan secara ketat agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Data penerima kami pantau secara serius agar bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.
Dalam reses tersebut, Lalita juga mengunjungi Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik Papua (Kanwil Bulog) dan meninjau langsung gudang beras milik Kanwil Bulog Papua, di Kota Jayapura.
Ia mengatakan kunjungan tersebut untuk memastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat di Provinsi Papua. Ia juga menyatakan stok beras pemerintah di Provinsi Papua dalam kondisi aman.
“Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPD RI di bidang ketahanan pangan, serta memastikan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berjalan dengan baik,” ujarnya.
Anggota Komite II DPD RI ini mengatakan, kegiatan reses tidak hanya digunakan untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai sektor strategis, termasuk ketahanan pangan.
Menurut dia, hasil peninjauan di Kanwil Bulog Papua menunjukkan stok beras pemerintah dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kata dia, pengawasan harus dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di tengah dinamika perekonomian.
Ia juga membantah anggapan kenaikan harga beras di pasaran karena stok Bulog yang menipis, karena cadangan pangan pemerintah masih mencukupi. Fluktuasi harga lebih banyak dipengaruhi oleh dugaan praktik penimbunan yang dilakukan oknum pelaku usaha.
Lalita menyatakan akan terus memperjuangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Provinsi Papua, mulai dari bantuan benih pertanian hingga peningkatan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Dikatakannya, Provinsi Papua memiliki sumber daya yang melimpah sehingga tidak boleh ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan. Di sisi lain, ia juga terus memperjuangkan layanan pendidikan dan kesehatan dapat dinikmati seluruh masyarakat.
“Saat ini saya sendiri yang membantu membiayai pendidikan sepuluh anak dari keluarga kurang mampu, dan kedepannya saya berharap pemerintah dapat memberikan layanan pendidikan dan kesehatan yang benar-benar gratis bagi masyarakat,” kata Lalita.
Sementara itu, Kepala Kanwil Bulog Papua Ahmad Mustari mengatakan bantuan beras tersebut merupakan alokasi resmi Bulog Pusat kepada anggota DPD RI pada masa reses.
Total alokasi yang disiapkan sebanyak 3,1 ton. Sebelumnya 1,6 ton telah didistribusikan di Biak Numfor dan Supiori, sedangkan hari ini sisanya 1,5 ton kami serahkan kepada tim Senator Lalita untuk didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya, kata Ahmad Mustari.
Menurut dia, Bulog hanya berperan sebagai penyedia barang sesuai penugasan dari kantor pusat, sedangkan proses pendistribusiannya ke masyarakat dilakukan oleh tim anggota DPD RI.
Lanjutkan Membaca
















