Satu kapal nelayan Merauke dikabarkan tenggelam di perairan PNG

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merauke, RakyatPos.id – Tiga kapal nelayan asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, dilaporkan mengalami bencana di perairan Papua Nugini (PNG). Satu kapal dilaporkan tenggelam pada 12 Juli 2026.

Dua kapal lainnya diperkirakan hilang baru-baru ini dan tidak diketahui keberadaannya. Selain itu, belasan anak buah kapal (ABK) tersebut masih belum diketahui nasibnya.

Informasi awal yang diterima RakyatPos.id dari seorang nelayan di Merauke menyebutkan, ada 18 awak kapal dari tiga kapal yang mengalami musibah tersebut.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sumber, kapten kapal yang tenggelam, Basri, dikabarkan selamat setelah dievakuasi oleh nelayan di Papua Nugini. Namun informasi mengenai nasib awak kapal lainnya dan keberadaan dua kapal lainnya belum dapat dipastikan.

Kapal yang dinahkodai Basri tenggelam Minggu kemarin. Tinggi ombak sekitar 2 hingga 3 meter. Kapal kami terpaksa kembali (ke Merauke, Indonesia) karena takut. Dua kapal lainnya tidak yakin apakah tenggelam atau ditangkap. Saat dihubungi melalui radio, tidak ada jawaban dari mereka, kata sumber RakyatPos.id, Rabu (15/7/2026).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan Taufik Tulisa membenarkan adanya informasi terkait bencana tersebut.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu data resmi dari otoritas terkait sebelum memastikan kronologis kejadian secara keseluruhan.

Saya mendapat informasi dari kapal pertama yang tenggelam. Salah satu awak kapal bernama Iwan hingga saat ini belum ditemukan, kata Taufik saat dihubungi RakyatPos.id, Rabu sore.

Menurut Taufik, pihaknya juga mendapat informasi ada dua kapal lainnya yang mengalami musibah. Namun, dia belum bisa memastikan apakah benar tenggelam atau ditahan otoritas Papua Nugini.

Ia mengatakan, kapal yang dipastikan tenggelam adalah 47 GT KM Cahaya Rafa. Sementara dua kapal lainnya masih diselidiki identitasnya karena data yang diterima HNSI masih simpang siur.

Ia mengatakan, telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Merauke dan Badan Pengelola Perbatasan Merauke.

Namun hingga saat ini belum ada laporan resmi yang bisa dijadikan dasar untuk memastikan kondisi kedua kapal tersebut beserta jumlah awaknya.

Laporan sementara yang kami terima menyebutkan kedua kapal itu tenggelam, kemudian kandas dan diamankan oleh pihak kepolisian Papua Nugini. Namun informasi tersebut masih kami dalami. Kami juga berkoordinasi dengan rekan-rekan di Kori, dekat Daru, namun belum mendapat laporan resmi, ujarnya.

Taufik pun mengaku berusaha memperoleh informasi dari jaringan nelayan Indonesia yang saat ini masih ditahan di Papua Nugini terkait kemungkinan keberadaan awak kapal tersebut.

“Kami masih melakukan verifikasi data nama kapal, jumlah awak kapal, dan pemilik kapal. Kami tidak ingin menyampaikan informasi yang tidak akurat. Harapan kami seluruh awak kapal selamat dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun RakyatPos.id menyebutkan, kapal-kapal nelayan Indonesia kerap menangkap ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi di perairan Australia dan Papua Nugini, seperti ikan kakap Tiongkok, gulama, dan kuru. Bagian gelembung ikan merupakan komoditas yang banyak diburu karena mempunyai nilai jual yang tinggi.

Kapal pemburu ikan gelembung ini umumnya beroperasi dari Kabupaten Merauke dan kerap berlabuh di Sungai Torasi, wilayah perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang Indonesia atau Papua Nugini mengenai jumlah pasti korban atau keberadaan kedua kapal yang masih dilaporkan hilang tersebut.

Lanjutkan Membaca

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru