RakyatPos.id – Penembakan brutal kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo). Mereka membantai tiga warga sipil di kawasan Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Papua, Senin (20/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil identifikasi sementara, ketiga korban adalah Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan suku Unaukam.
Berdasarkan klaim tertulis yang dikeluarkan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM, kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangkaian penembakan yang menewaskan tiga warga sipil.
#Indonesia 🇮🇩: Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat” (#TPNPB) membunuh seorang wanita yang diduga bekerja untuk Intelijen Militer di #Yahukimo.
Para anggota TPNPB rupanya dipersenjatai dengan sepasang senapan Scoped Bolt-Action —mungkin dengan peluru kaliber 5,56 mm / 0,223 dan dibuat secara lokal. pic.twitter.com/CxAZl9GwcW
— Perang Noir (@war_noir) 22 Juli 2026
Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan.
Mengantisipasi potensi gangguan keamanan lebih lanjut, Koops Habema TNI segera berkoordinasi intensif dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan, memperketat kawasan, dan mengejar kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka.
Segala langkah operasional yang dilakukan petugas di lapangan selalu mengedepankan hukum dan keselamatan masyarakat sipil.
Koops Habema TNI akan terus bekerja selektif, terukur, profesional dan sesuai hukum untuk memberikan rasa aman dan memastikan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Letkol M Wirya Arthadiguna, Rabu (22/7/2026).
Ditegaskannya, jaminan keamanan menjadi prasyarat utama agar roda kehidupan, pendidikan anak, pelayanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian warga di Kabupaten Yahukimo dapat terus berjalan.
TNI mengimbau seluruh elemen masyarakat di Dataran Tinggi Papua tidak mudah terprovokasi oleh rumor atau informasi yang belum terverifikasi (hoax) yang sengaja disebarkan oleh kelompok bersenjata. Masyarakat diminta tetap tenang dan mempercayakan proses penegakan hukum dan pengamanan penuh kepada TNI-Polri.
















