Ringkasan Berita:
- Krisis bahan bakar di Aceh semakin parah. Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, sementara sebagian lainnya tutup total karena kehabisan stok
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Mulai dari Aceh Tamiang hingga Langsa, Lhokseumawe, dan Aceh Tenggara, krisis energi ini mulai melumpuhkan aktivitas masyarakat dan memicu kepanikan warga di wilayah tersebut.
- Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman mengungkapkan stok Pertalite nasional mencukupi hingga 15 hari
Kami mengajukan permintaan agar situasi ini dinormalisasi dalam beberapa hari. BBM merupakan kebutuhan pokok, jika terjadi masalah maka banyak sektor lain yang ikut terganggu. MuazinAnggota DPRK Aceh Tamiang
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh semakin parah. Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, sementara sebagian lainnya tutup total karena kehabisan stok. Mulai dari Aceh Tamiang hingga Langsa, Lhokseumawe, dan Aceh Tenggara, krisis energi ini mulai melumpuhkan aktivitas masyarakat dan memicu kepanikan warga di wilayah tersebut.
Di Aceh Tamiang, kekurangan bahan bakar menghadirkan dua kondisi berbeda. Di SPBU Tanahterban terjadi antrian kendaraan yang panjang, sedangkan di SPBU Alurbemban Kecamatan Karangbaru aktivitas terhenti karena stok bahan bakar habis. “Baru selesai, tadi pagi masih ada, masih ada antrian kendaraan yang panjang,” kata Agus, salah satu pengemudi, Kamis (16/7/2026).
Agus menambahkan, penyaluran BBM tetap berjalan, namun volumenya jauh di bawah kebutuhan. “Hanya dua jam, setelah itu kosong lagi,” ujarnya.
DPRK Aceh Tamiang telah menyampaikan langsung permasalahan tersebut kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Medan pada Selasa (14/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, DPR mendesak Pertamina segera bertindak.
“Kami minta situasi ini bisa dinormalisasi dalam beberapa hari. BBM itu kebutuhan pokok, kalau ada masalah maka banyak sektor lain yang juga terganggu,” kata Muazzin, Kamis (16/7/2026).
Manajemen Patra Niaga menegaskan, kelangkaan tersebut bukan disebabkan kurangnya pasokan, melainkan kendala distribusi di PT Elnusa, perusahaan yang mengangkut BBM ke SPBU. “Stok BBM di Depo Sumbagut aman, tapi masalahnya ada di anak perusahaannya Elnusa yang menangani transportasi,” jelas Muazzin.
Diakui Patra Niaga, ada permasalahan internal di Elnusa, antara lain kebijakan “penyegaran” atau perombakan massal pengemudi armada tank. Jadi, katanya ada masalah internal dan mereka sedang melakukan penyegaran kepada para pengemudi agar kedepannya lebih baik lagi, lanjutnya.
Muazzin mengimbau masyarakat tidak panik atau melakukan aksi borongan. “Pertamina sudah menjamin stok aman. Intinya jangan panik, situasi ini akan segera diperbaiki,” ujarnya.
Kota Langsa
Krisis BBM bersubsidi dan non-subsidi di Kota Langsa semakin mengkhawatirkan. Kelangkaan pertalite dan biodiesel di seluruh SPBU sudah berlangsung selama sepekan terakhir.
Informasi yang diperoleh Serambi menyebutkan masyarakat harus mengantri sejak pagi untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Namun memasuki pukul 10.00–11.00 WIB, stok benar-benar habis. Warga terpaksa beralih ke Pertamax yang juga kosong.
Sejak kemarin, hampir semua jenis BBM di SPBU kosong sehingga aktivitas pengisian pun terhenti pada siang hari. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya pasokan dari Pertamina Sumut.
Kelangkaan ini membuat masyarakat panik dan mengganggu aktivitas pengguna kendaraan pribadi, angkutan umum, dan angkutan barang. Situasi ini mengingatkan pada krisis bahan bakar pasca banjir pada akhir tahun 2025.
Lhokseumawe dan Aceh Utara

















