Ketegasan Kapolda Tenangkan Masyarakat

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Perampokan toko emas di Tapaktuan, Aceh Selatan menyita perhatian publik. Bukan hanya karena nilai kerugian yang ditimbulkan, namun karena pelaku diduga merupakan anggota Polri yang seharusnya mengemban amanah melindungi masyarakat.

Ketika aparat penegak hukum diduga menjadi pelaku kejahatan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya penegakan hukum, namun juga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Di tengah situasi seperti itu, sikap Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan patut diapresiasi. Alih-alih menutup-nutupi atau mencari pembenaran, Kapolda memilih terbuka kepada publik. Diakuinya, pelaku merupakan anggota Polri, meminta maaf kepada masyarakat Aceh, dan memastikan yang bersangkutan akan diproses melalui jalur pidana dan kode etik.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap jujur ​​dan transparan seperti inilah yang sebenarnya diharapkan masyarakat dari setiap pimpinan lembaga. Keterbukaan ini memberikan ketenangan bagi masyarakat karena tidak lagi berbagai spekulasi atau dugaan yang tersebar liar di masyarakat.

Kepastian kasus tersebut ditangani langsung oleh Polda Aceh juga menjadi sinyal tidak ada upaya menyembunyikan fakta atau melindungi pelaku. Namun keterbukaan harus dibarengi dengan tindakan tegas.

Proses hukum terhadap pelaku harus berjalan secara profesional, obyektif dan tanpa perlakuan istimewa. Status sebagai anggota Polri tidak boleh menjadi alasan untuk mendapat keringanan hukuman. Sebaliknya penyalahgunaan profesi, wewenang, dan fasilitas negara justru menjadi faktor yang memberatkan.

Apalagi senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut merupakan aset negara yang dititipkan kepada penguasa untuk menjaga keamanan masyarakat. Senjata tersebut dibeli dengan uang rakyat, dipinjamkan kepada anggota kepolisian untuk melindungi warga negara dari ancaman kejahatan, bukan untuk dijadikan alat melakukan tindak pidana.

Apapun motif ekonomi yang melatarbelakangi tindakan tersebut, tidak ada alasan yang bisa membenarkannya. Kesulitan dalam hidup tidak pernah menjadi alasan untuk melakukan suatu tindak pidana, apalagi bagi seorang aparat penegak hukum yang memahami betul akibat hukum dari setiap perbuatannya.

Karena itu, masyarakat berharap pengadilan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelakunya. Hukuman yang adil dan tegas tidak hanya memberikan efek jera bagi pelakunya, namun juga memberikan pesan yang kuat bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Prinsip persamaan di depan hukum harus benar-benar diwujudkan, apapun profesi dan jabatannya.

Pada akhirnya, kami berharap kasus ini menjadi momentum penguatan pengawasan internal di lingkungan Polri. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama institusi kepolisian. Kepercayaan dibangun melalui integritas, dijaga melalui transparansi, dan dipelihara melalui ketegasan dalam menindak pelanggaran apa pun.

Kapolda Aceh telah menunjukkan langkah awal melalui sikap terbuka. Kini masyarakat menunggu bukti bahwa ketegasan tersebut benar-benar diwujudkan agar pelaku mendapat hukuman yang seadil-adilnya sesuai perbuatannya. Semoga!

SUDUT

Defisit APBN mencapai 196,5 triliun pada semester I/2026

Sebaliknya, defisit moral juga tidak perlu ditanyakan, lho?

Orang kaya masih menikmati subsidi energi, kata ekonom Andri S Nugroho

Tapi mereka juga pembayar pajak, kan?

Lampu lalu lintas di jalan Simpang Sangeda Takengon padam

Kehidupan terkadang diabaikan oleh pengguna jalan, paham?


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pada acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Trump bertemu dengan korps pers yang berada di bawah tekanannya
AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia
KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali
Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies
Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen
Iran menargetkan pangkalan Amerika di Yordania dan Irak karena perang yang berkecamuk menghabiskan persediaan pencegat AS
Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?
FISIP Unimal dan Universitas Dharmawangsa Siapkan MoA, Kerjasama Dosen dan Pertukaran Mahasiswa

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:10 WIB

Pada acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Trump bertemu dengan korps pers yang berada di bawah tekanannya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:09 WIB

AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:55 WIB

KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39 WIB

Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:37 WIB

Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen

Berita Terbaru

HEADLINE

AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia

Sabtu, 25 Jul 2026 - 03:09 WIB

HEADLINE

Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies

Sabtu, 25 Jul 2026 - 02:39 WIB