Iran Mengatakan Siap Perang Habis-habisan Melawan AS, Tapi…

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id – Iran siap perang habis-habisan melawan Amerika Serikat (AS), meski tetap mengedepankan solusi diplomatik. Konflik kedua negara kembali pecah di titik terakhir yang dipicu oleh pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan militernya selalu siap berperang. Namun, kepala negosiator perundingan dengan AS juga menekankan perlunya memanfaatkan diplomasi untuk memajukan kepentingan nasional.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak pernah menginginkan perang dan tidak menginginkannya saat ini, namun kita harus selalu siap berperang dan mempertahankan keamanan dan kepentingan nasional sampai nafas terakhir,” kata Ghalibaf, dalam akun Telegramnya, dikutip Kamis (16/7/2026).

“Pada saat yang sama, kita juga harus menggunakan diplomasi dan negosiasi untuk memajukan dan melindungi kepentingan nasional kita,” ujarnya lagi.

Konflik terbaru Iran-AS pecah pada 7 Juli yang ditandai dengan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa MoU gencatan senjata telah berakhir. Padahal, MoU penghentian perang yang berlangsung sejak 28 Februari itu berlaku selama 60 hari terhitung sejak kedua pihak menandatangani perjanjian pada 17 Juni lalu.

Bukannya mereda, serangan dari kedua belah pihak justru semakin intensif dalam beberapa hari terakhir. AS dan Iran sama-sama memperluas target serangan mereka.

Trump mengatakan Selasa lalu bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut dan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Bahkan militernya akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan minggu depan kecuali Iran bersedia kembali ke meja perundingan.

Namun pernyataan berbeda disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Esmail Baghaei yang menyebut Iran belum memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS saat ini.

“(Iran) Fokus pada pertahanan,” kata Baghaei.

Kementerian Kesehatan Iran mengungkapkan, serangan AS dalam sepekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 35 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang terluka.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru