BPBPK Aceh Wujudkan Pemulihan Pasca Bencana yang Permanen

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan infrastruktur pada masa tanggap darurat bertujuan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Memasuki masa transisi, kami akan terus mengawal pembangunan infrastruktur permanen yang tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, namun juga meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman dan layanan dasar masyarakat.

RakyatPos.id, BANDA ACEH – Balai Pengelolaan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi penanganan pascabencana dari tahap tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga pembangunan infrastruktur permanen di berbagai wilayah terdampak di Provinsi Aceh.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menjamin kebutuhan dasar masyarakat melalui penyediaan air minum, sanitasi, dan pelayanan perencanaan wilayah, BPBPK Aceh juga mempercepat pemulihan infrastruktur perumahan yang aman, layak, dan berkelanjutan sebagai bagian dari prinsip Build Back Better dan Improve Resilience.

Kepala BPBPK Aceh Tommy Permadhi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2026), mengatakan fase transisi merupakan tahapan penting dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, berbagai sarana dan prasarana darurat yang telah dibangun menjadi landasan untuk membangun infrastruktur permanen yang lebih tangguh.

“Penanganan infrastruktur pada masa tanggap darurat bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Memasuki masa transisi, kami akan terus mengawal pembangunan infrastruktur permanen yang tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman dan layanan dasar masyarakat,” ujarnya.

Pada masa tanggap darurat, BPBPK Aceh bergerak cepat dalam merespons bencana. Hanya dua hari pascabencana (H+2), tim sudah berada di berbagai lokasi terdampak mendistribusikan sarana dan prasarana pendukung pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Peralatan yang disalurkan antara lain bahan penjernih air berupa PAC dan kaporit, hidran umum berkapasitas 2.000 liter 123 unit, tower air berkapasitas 500 liter 46 unit, toilet portable 49 unit, toilet knockdown 30 unit, bioriti 19 unit, tangki air 17 unit, tangki sampah 3 unit, dan mobile water treatment plant (IPA) 19 unit.

Selain itu, BPBPK Aceh mengerahkan armada logistik berupa dump truck, hand truck, kendaraan double cab, dan tronton untuk mempercepat pendistribusian peralatan, material, dan penunjang operasional pada masa tanggap darurat.

Sebanyak 65 personel dikerahkan, terdiri dari 42 personel BPBPK Aceh dan 23 personel Kementerian Pekerjaan Umum. Mereka ditempatkan di sejumlah kabupaten/kota terdampak untuk memastikan layanan dasar, khususnya penyediaan air bersih, tetap berjalan.

Pada masa tanggap darurat, BPBPK Aceh berhasil mendistribusikan 4.236.810 liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.

Penanganan Infrastruktur Masa Transisi

Memasuki masa transisi menuju pembangunan permanen, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan BPBPK Aceh melaksanakan berbagai program pemulihan di sektor air minum, sanitasi, dan pengembangan kawasan strategis.

Di bidang air minum, BPBPK Aceh telah mengoperasionalkan 17 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tamiang. Selain itu juga dibangun 16 sumur bor dangkal dan 95 sumur bor dalam untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Di bidang sanitasi sampah, penanganannya dilakukan melalui penataan tempat pengolahan akhir (TPA), pengangkutan sampah, serta pembersihan material banjir dan longsor di sejumlah wilayah terdampak. Hingga saat ini, total material yang diangkut mencapai 33.163,69 ton di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru