Ringkasan Berita:
- Sebanyak 200 KK korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang resmi menerima kunci rumah tetap (huntap) di Desa Tanjungseumantoh, Kecamatan Karangbaru, pada Rabu (15/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Penyerahan ini menandai berakhirnya masa tinggal mereka di tenda darurat dan tempat penampungan sementara sejak bencana terjadi pada November 2025.
- Warga yang sebelumnya harus bertahan hidup di tenda bocor dan gubuk seadanya setelah rumahnya tersapu banjir, menyambut baik bantuan ini dengan penuh rasa syukur.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
RakyatPos.id, ACEH TAMIANG — Sebanyak 200 keluarga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kini bisa bernapas lega.
Terhitung sejak Rabu (15/7/2026), para penyintas resmi menerima kunci rumah permanen di Desa Tanjungseumantoh, Kecamatan Karangbaru.
Penyerahan kunci tersebut sebagai tanda persiapan mereka meninggalkan tenda darurat dan tempat penampungan sementara (Huntara) tempat mereka tinggal selama ini.
Pemberian hunian tetap (huntap) tahap pertama menandai berakhirnya penantian panjang warga yang kehilangan tempat tinggal sejak banjir bandang melanda pemukiman mereka pada November 2025.
Cut Fitri, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Karangbaru, sangat berterima kasih atas bantuan tersebut karena mengaku sangat sulit bertahan hidup di pengungsian setelah rumahnya tersapu banjir.
Sebelum mendapat kepastian tempat tinggal, ia dan keluarga tinggal di gubuk kecil seadanya dan tenda darurat.
Kalau hujan pasti bocor, kalau siang panas. Alhamdulillah hari ini kami diberikan kunci rumah baru, kami sangat senang dan bersyukur karena ini yang kami butuhkan,” kata Cut Fitri.
Baca juga: Safrizal Minta BPBD Percepat Penyaluran Stimulan dan Pengembangan Huntap di Aceh
Ia mewakili warga lainnya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun pemukiman baru tersebut di saat warga kehilangan harta benda akibat bencana tersebut.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menjelaskan, serah terima 200 unit rumah tersebut merupakan tahap awal. Secara keseluruhan, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Sumut berkomitmen membangun 500 unit rumah hunian di kawasan tersebut.
“Hari ini telah diserahkan kunci kompleks perumahan kepada 200 kepala keluarga terdampak banjir bandang November 2025. Pemerintah kabupaten dan masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepedulian dan kontribusi nyata tersebut,” kata Armia.
Armia pun meminta warga merawat hunian barunya dengan penuh tanggung jawab.
Warga diharapkan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mempertebal semangat gotong royong di lingkungan hunian baru.
Komplek perumahan permanen ini diprioritaskan bagi penyintas banjir dari dua wilayah terparah yaitu Kecamatan Karang Baru dan Kabupaten Kota Kualasimpang, terutama bagi mereka yang rumah lamanya rata dengan tanah.
Ketua Yayasan Budha Tzu Chi Kantor Perwakilan Sumut Mujianto menegaskan, seluruh proses pembangunan hingga serah terima unit rumah dilandasi prinsip kemanusiaan universal.
“Pembangunan kompleks perumahan ini murni misi kemanusiaan. Kompleks ini terbuka untuk semua orang tanpa memandang suku, ras, dan agama,” kata Mujianto.

















