Takut diserang lebih dulu, Netanyahu meminta Putin membantu menyampaikan pesan ke Iran

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyampaikan pesan kepada Iran bahwa Tel Aviv tidak berniat melancarkan serangan. Seperti dilansir media Israel seperti dilansir Anadolu, Selasa (6/1/2026), permintaan Netanyahu itu di tengah kekhawatiran Israel bahwa Iran akan melakukan serangan pendahuluan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut lembaga penyiaran publik KAN, mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, Netanyahu meminta Putin untuk menyampaikan pesan 'kepastian' kepada Iran bahwa Israel tidak berencana melancarkan serangan. KAN melaporkan, pesan tersebut baru-baru ini dikirimkan ke Iran, termasuk melalui percakapan telepon antara Netanyahu dan Putin.

KAN juga melaporkan bahwa pada Oktober 2025 Putin juga diminta Netanyahu untuk menyampaikan pesan yang sama kepada Iran. Namun, di hadapan Knesset pada Senin (5/1/2026), Netanyahu mengatakan bahwa ia mengirimkan pesan ke Iran bahwa jika Israel diserang, Iran akan menghadapi “konsekuensi yang sangat parah”.

Masih berdasarkan laporan KAN, saat ini terdapat kekhawatiran di kalangan pemerintah Israel bahwa kesalahan perhitungan yang dilakukan Iran dapat memicu serangan karena kekhawatiran Teheran akan kembali diserang oleh Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, pimpinan politik dan keamanan Israel mengadakan serangkaian diskusi mengenai masalah keamanan, termasuk membahas Iran.

Spekulasi baru-baru ini muncul di media Israel tentang potensi serangan Israel terhadap Iran dengan alasan bahwa Teheran sedang “membangun kembali program rudal balistiknya”. Dalam perang 12 hari pada Juni 2025, Teheran membalas serangan Israel dengan gelombang drone dan rudal balistik.

Siapkan serangan

Di tengah meningkatnya demonstrasi di Iran akibat protes masyarakat terhadap kondisi perekonomian, militer Israel, seperti dilansir New Arab, tengah mempersiapkan kemungkinan serangan 'mendadak' terhadap Iran. Channel 12 Israel pada Kamis (1/1/2026) melaporkan bahwa kantor Kepresidenan Netanyahu menolak mengomentari demonstrasi yang sedang berlangsung di Iran, menyusul kekhawatiran bahwa komentar Israel dapat memprovokasi Iran untuk mengambil langkah mengalihkan masalah tersebut.

Namun, jenderal militer Israel dilaporkan sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran. “Kami memantau peristiwa dramatis di Iran, dan masih terlalu dini untuk mengetahui konsekuensinya,” kata seorang pejabat senior Israel, dikutip Channel 12.

Channel 12 juga melaporkan bahwa militer Israel sedang mempercepat persiapan perang tiga front di Iran, Lebanon, dan Tepi Barat yang diduduki. Bagi Lebanon, Israel telah lama mengancam akan melanjutkan perang skala penuh berdasarkan kegagalan negara Lebanon dalam melucuti senjata Hizbullah.

Sedangkan di Tepi Barat, belakangan ini Israel meningkatkan serangan dan memperluas pendudukannya, dalam upaya mencaplok wilayah Palestina yang mereka duduki sejak tahun 1967. Lebih dari 1.000 warga Palestina di Tepi Barat tewas sejak pecah perang di Gaza pada Oktober 2023.

Penasihat Komandan IRGC, Hossein Taeb mengatakan, setelah AS dan Israel gagal di medan perang secara militer, mereka kini mencoba jalan melalui perang halus dan masalah keamanan nasional. Berbicara pada perayaan peringatan 6 tahun meninggalnya Jenderal Solemani, di Tabriz, Minggu (4/1/2026), Taeb mengatakan, rezim Israel dan Washington saat ini melancarkan perang secara halus setelah aksi militer gagal.

“Amerika dan rezim Zionis telah mengubah strategi mereka menjadi perang dan keamanan yang halus setelah gagal di medan perang,” kata Taeb seperti dikutip Mehr News.

Ia menegaskan, musuh juga akan dikalahkan di medan perang halus, karena bangsa Iran selalu bersama di depan kebenaran. “Sejarah revolusi dan perlawanan telah menunjukkan bahwa para komandan dan mujahidin yang setia berdiri tegak di medan perang militer dan peperangan halus,” kata Taeb.

“Amerika Serikat tidak tertarik pada konfrontasi langsung dan menginginkan perubahan generasi di kawasan, sementara rezim Zionis bersikeras mengambil tindakan militer sesegera mungkin. Namun demikian, persatuan dan ketahanan bangsa Iran akan menghalangi musuh mencapai tujuannya.”


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pratinjau, Cara Menonton, Info TV, Streaming Langsung, Daftar Pemain, Thread Pertandingan, dan Banyak Lagi – The Mane Land
Tak hanya bagi anak-anak, mewarnai juga bermanfaat bagi kesehatan mental orang dewasa
Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata AS
Pratinjau Seri: Seattle Mariners di Texas Rangers
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Hasil Otopsi Mengungkap Fakta Mengejutkan
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Pangeran Harry dan Meghan Membawa Anaknya Menginap di Rumah Putri Diana
'Mata ganti mata', Iran mengancam akan menyerang Inggris jika membantu operasi militer AS

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:02 WIB

Pratinjau, Cara Menonton, Info TV, Streaming Langsung, Daftar Pemain, Thread Pertandingan, dan Banyak Lagi – The Mane Land

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tak hanya bagi anak-anak, mewarnai juga bermanfaat bagi kesehatan mental orang dewasa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:38 WIB

Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:31 WIB

Pratinjau Seri: Seattle Mariners di Texas Rangers

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:21 WIB

Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Hasil Otopsi Mengungkap Fakta Mengejutkan

Berita Terbaru

HEADLINE

Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata AS

Sabtu, 25 Jul 2026 - 06:38 WIB

HEADLINE

Pratinjau Seri: Seattle Mariners di Texas Rangers

Sabtu, 25 Jul 2026 - 06:31 WIB