Setelah Venezuela, lima negara ini menjadi sasaran Trump ‎ – People's Tribune

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETEGANGAN geopolitik global mencapai titik didih baru setelah pasukan Amerika Serikat (AS) secara dramatis menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro akhir pekan lalu.

Tak berhenti sampai disitu, Presiden AS Donald Trump kini menebar ancaman ke sejumlah negara lain, mulai dari sekutu NATO hingga kekuatan di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dalam pernyataan terbarunya, Trump menekankan misi AS untuk memastikan dominasi absolut di Belahan Barat (Belahan Bumi Barat) dan mengamankan sumber daya energi.

“Dominasi Amerika di Belahan Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi,” kata Trump, Minggu (4/1).

“Kami ingin negara-negara di sekitar kami dapat bertahan, sukses, dan memungkinkan minyak mengalir dengan bebas,”.

‎Berikut ringkasan eskalasi ketegangan AS di lima wilayah utama:

‎1. Greenland: Perebutan Keamanan Nasional dengan Rusia-Tiongkok

‎Trump secara terbuka menyatakan keinginan AS untuk mencaplok Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.

Alasannya? Keamanan nasional dan kekayaan sumber daya alam.

“Kita membutuhkan Greenland. Wilayah itu sangat strategis. Kapal-kapal Rusia dan Tiongkok ada dimana-mana di sana,” kata Trump di atas. Angkatan Udara Satu. Ia menilai Denmark tidak akan mampu melindungi kawasan tersebut.

‎Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, sangat marah. Dia menyebut retorika Trump “sama sekali tidak dapat diterima” dan tidak sopan karena menyamakan Greenland dengan Venezuela.

“Kami adalah negara demokratis, bukan objek retorika negara-negara besar,” tegas Nielsen.

‎2. Kolombia: Masalah Kokain dan Ancaman Operasi Militer

‎Hubungan AS dengan sekutu lamanya, Kolombia, berada pada titik terendah. Trump menyerang Presiden Gustavo Petro, menyebutnya sebagai “orang sakit yang suka membuat kokain.

Ketika ditanya apakah AS akan melakukan operasi militer di Kolombia, Trump menjawab dengan sederhana: “Kedengarannya bagus bagi saya.”

‎Respon Petro tegas. Ia membela diri melalui media sosial X dengan menyatakan bahwa pemerintahannya telah melakukan penyitaan kokain terbesar dalam sejarah.

‎Namun dengan nada yang lebih menantang, mantan gerilyawan M19 ini menyatakan siap mengangkat senjata lagi untuk mempertahankan tanah air jika AS menyerbu.

‎3. Kuba: Menunggu Kehancuran Ekonomi

‎Terhadap Kuba, sekutu terdekat Venezuela, Trump memilih pendekatan “menunggu waktu”.

Menurutnya, intervensi militer mungkin tidak diperlukan karena Kuba akan runtuh dengan sendirinya setelah kehilangan pasokan minyak gratis dari Venezuela.

‎Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa pemerintah Kuba berada dalam masalah besar.

Di sisi lain, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan rakyatnya siap mati demi mempertahankan aliansi Kuba-Venezuela.

‎4. Meksiko: Tekanan dan Kedaulatan Kartel

‎Meksiko adalah target Trump berikutnya terkait kegagalannya membendung aliran narkoba ke AS.

Trump mengklaim telah menawarkan bantuan militer AS kepada Presiden Claudia Sheinbaum untuk menghancurkan kartel tersebut.

‎Presiden Sheinbaum dengan tegas menolak campur tangan AS. Ia menekankan bahwa Meksiko terus bekerja sama secara kemanusiaan untuk mencegah distribusi fentanil, namun menolak keras tindakan militer AS di tanah Meksiko.

‎5. Iran: Peringatan Tempur

‎Di luar Benua Amerika, Trump terus menekan Iran yang saat ini sedang diguncang demonstrasi anti pemerintah. Trump memperingatkan Teheran untuk tidak membunuh pengunjuk rasa.

“Jika mereka mulai membunuh orang, mereka akan terkena pukulan keras dari Amerika Serikat. Kami siap melawan,” ancam Trump.

Sekadar informasi, ketegangan ini terjadi setelah AS mengebom fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 sehingga menghancurkan proses diplomasi kedua negara.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menanggapinya dengan menyatakan Republik Islam tidak akan menyerah kepada musuh-musuhnya.

‎(tps/luc)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pada acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Trump bertemu dengan korps pers yang berada di bawah tekanannya
AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia
KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali
Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies
Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen
Iran menargetkan pangkalan Amerika di Yordania dan Irak karena perang yang berkecamuk menghabiskan persediaan pencegat AS
Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?
FISIP Unimal dan Universitas Dharmawangsa Siapkan MoA, Kerjasama Dosen dan Pertukaran Mahasiswa

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:10 WIB

Pada acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Trump bertemu dengan korps pers yang berada di bawah tekanannya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:09 WIB

AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:55 WIB

KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39 WIB

Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:37 WIB

Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen

Berita Terbaru

HEADLINE

AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia

Sabtu, 25 Jul 2026 - 03:09 WIB

HEADLINE

Pratinjau Seri: Milwaukee Brewers vs. Colorado Rockies

Sabtu, 25 Jul 2026 - 02:39 WIB