RakyatPos.id – – Pasukan Kamboja dilaporkan menembaki posisi militer Thailand di kawasan perbatasan Chong Bok, Provinsi Ubon Ratchathani, Selasa (6/1/2026). Serangan itu terjadi meski kedua negara sudah sepakat melakukan gencatan senjata.
Komando Area Kedua Angkatan Bersenjata Thailand mengatakan serangan itu melukai salah satu tentaranya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah diselidiki lebih lanjut, dipastikan itu adalah amunisi mortir yang ditembakkan dari Kamboja, sehingga mengakibatkan seorang tentara Thailand mengalami luka ringan akibat terkena pecahan peluru,” kata juru bicara militer Thailand Winthai Suvaree, seperti dikutip Sputnik.
Thailand menuduh Kamboja melanggar perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada 27 Desember 2025. Gencatan senjata terbaru ditandatangani untuk mengakhiri konflik perbatasan kedua negara yang berlangsung selama 20 hari.
Kamboja telah menghubungi Thailand untuk menjelaskan bahwa penembakan itu adalah sebuah kesalahan.
“Unit lokal dihubungi oleh pihak Kamboja, mengklaim bahwa insiden tersebut tidak disengaja melainkan kesalahan yang terjadi selama operasi personel,” kata Winthai.
Sebagai tanggapan, militer Thailand memperingatkan Kamboja untuk berhati-hati. Disebutkan juga bahwa Thailand terpaksa melakukan pembalasan demi pertahanan jika kesalahan serupa kembali terjadi.
Sengketa perbatasan Thailand-Kamboja yang telah berlangsung selama puluhan tahun telah beberapa kali berubah menjadi konflik bersenjata. Pada Juli 2025, kedua negara bertetangga ini akan saling serang menggunakan jet tempur dan artileri.
Kemudian pada bulan Agustus, kedua negara mengumumkan gencatan senjata yang disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Konflik terulang kembali pada awal Desember, berlangsung lebih lama dan menimbulkan lebih banyak korban jiwa
















