RakyatPos.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memaparkan soal pembangunan sumur untuk korban bencana di wilayah Sumatera dengan biaya Rp 150 juta yang sempat menarik perhatian masyarakat. Menurut Maruli, sumur yang akan dibangun untuk korban bencana memiliki kedalaman tertentu, berbeda dengan sumur pada rumah pada umumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedalaman sumur harus mencapai titik mata air agar air keluar dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan beberapa rumah. Kedalaman tanah yang dimaksud berkisar 100 hingga 200 meter
“Kalau mata airnya tidak kita temukan, pasti airnya habis,” kata Maruli saat jumpa pers di Dermaga Satuan Angkutan Air (Satangair) TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1/2025).
Untuk itu, lanjut Maruli, diperlukan dana lebih untuk membangun sumur yang bisa menyalurkan air ke beberapa rumah di seluruh pedesaan.
“Rumah saya di Bandung mungkin tidak sampai Rp 10 juta, jadi itu air (sumur), hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini kadang-kadang dibutuhkan di desa,” jelasnya.
Sebelumnya, berdasarkan siaran langsung rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025), terdapat pembahasan mengenai pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Dalam forum tersebut, Maruli dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan kepada Presiden, biaya pengeboran sumur sedalam 100-200 meter mencapai Rp100-150 juta.
Dalam forum tersebut, Prabowo menilai biaya yang dikeluarkan cukup terjangkau mengingat sumur yang dibangun memiliki kedalaman 100 hingga 200 meter dan airnya bisa dimanfaatkan oleh korban bencana. Selain itu, biaya tersebut sudah termasuk peralatan pendukung lainnya seperti instalasi dan tangki air.
















