Belum Sejahtera, Masyarakat Indonesia Bahagia Karena Beriman!

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Tingginya tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia tidak bisa diukur hanya dari faktor kesejahteraan ekonomi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil riset Global Flourishing Study (GFS) menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di dunia, mengungguli hampir 200 negara lainnya. Penelitian ini dilakukan melalui kerjasama antara Harvard University, Baylor University dan lembaga penelitian Gallup.

Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, temuan GFS tentu saja mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, ia menilai Presiden tidak perlu tergerak hanya karena mengaitkan kebahagiaan masyarakat dengan kondisi kesejahteraan semata.

“Jika suatu negara makmur atau sejahtera, maka diasumsikan rakyatnya akan bahagia. Sebaliknya, di negara berkembang dan miskin, diasumsikan hanya sedikit rakyatnya yang akan bahagia?” kata Jamiluddin kepada wartawan, Kamis 7 Januari 2026.

Anggapan tersebut, kata Jamiluddin, hanya relevan jika kebahagiaan diukur dari sudut pandang duniawi. Dalam kerangka ini, kesejahteraan ekonomi merupakan ukuran utama kebahagiaan.

Namun demikian, ada masyarakat di suatu negara, termasuk Indonesia, yang juga mencari tempat kebahagiaan akhirat dan keseimbangan akhirat. Kedua kelompok ini tidak akan mengukur kebahagiaan hanya dari kesejahteraan, ujarnya.

Menurut Jamiluddin, bagi kelompok yang mengutamakan kebahagiaan akhirat, keimanan adalah sumber kebahagiaan yang utama. Oleh karena itu, meski secara ekonomi mereka tidak sejahtera, mereka tetap merasa dan mengaku bahagia. Menurut Jamiluddin, pengakuan tersebut bisa saja tulus dan apa adanya.

Hal serupa juga berlaku pada kelompok yang mengupayakan keseimbangan dunia dan akhirat. Ketika kesejahteraan di dunia belum sepenuhnya tercapai, keyakinan akan kebahagiaan akhirat membuat mereka tetap merasa bahagia.

Oleh karena itu, kebahagiaan masyarakat Indonesia bukan karena kemakmuran melainkan karena keimanan, tutupnya.

Presiden Prabowo Subianto mengaku terharu saat membaca hasil survei terbaru Global Flourishing Study (GFS), hasil kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup.

Dalam pidatonya pada acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin 5 Januari 2026, Prabowo membeberkan hasil survei yang menyebutkan masyarakat Indonesia menduduki posisi nomor satu paling bahagia di dunia.

“Di hampir 200 negara, negara-negara yang masyarakatnya setelah ditanya menjawab bahagia. Negara nomor satu di dunia saat ini yang masyarakatnya bilang bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini mengharukan bagi saya,” kata Prabowo.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional
Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal
Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:36 WIB

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:32 WIB

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:08 WIB

Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:42 WIB

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?

Berita Terbaru

HEADLINE

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:36 WIB

HEADLINE

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:32 WIB