RakyatPos.id -Mabes TNI buka suara terkait kehadiran prajurit TNI dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin 5 Januari 2026.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan, kehadiran tiga anggota TNI di ruang sidang tidak ada kaitannya dengan perkara yang disidangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran tiga anggota TNI di ruang sidang tidak ada kaitannya dengan perkara yang disidangkan, kata Aulia saat dikonfirmasi, Selasa, 6 Januari 2026.
Dia menjelaskan, kehadiran prajurit TNI merupakan permintaan Kejaksaan Agung dan telah diatur dalam nota kesepahaman (MoU) antara TNI dan Kejaksaan Agung.
Selain itu, penugasan tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang Perlindungan Negara terhadap Jaksa Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 huruf b yang menyatakan bahwa perlindungan negara dapat dilakukan oleh TNI.
Kehadiran yang bersangkutan semata-mata untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku, yakni berdasarkan MoU antara TNI dan Kejaksaan, serta permintaan pengamanan dari Kejaksaan kepada TNI, jelas Kepala Penuspen TNI.
Sementara itu, dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Purwanto S. Abdullah menghentikan persidangan hingga menegur ketiga prajurit tersebut.
“Sebelum melanjutkan, rekan-rekan TNI ini dari mana?” tanya Purwanto menyela saat kuasa hukum Nadiem, Dodi Abdul Kadir membacakan pokok-pokok keberatan atau eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Hakim menilai posisi berdiri ketiga prajurit TNI tersebut mengganggu jalannya persidangan, terutama bagi jurnalis dan pengunjung sidang. Pasalnya, mereka berdiri tepat di depan kursi pengunjung dan menghalangi sudut pengambilan gambar kamera.
“Mungkin bisa ambil posisi, jangan berdiri disitu pak, karena akan mengganggu kamera. Bisa diatur, bisa mundur. Nanti kalau sudah tutup, maju ke depan, karena akan mengganggu juga yang di belakang,” tegas hakim.
Menanggapi peringatan tersebut, ketiga prajurit TNI tersebut akhirnya mundur dan mengambil posisi di belakang ruang sidang, dekat pintu masuk dan keluar.
















