Peringatan kesehatan di Gaza tentang munculnya epidemi yang ditularkan melalui tikus di kalangan pengungsi

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Direktur Bantuan Medis di Jalur Gaza, Dr. Bassam Zaqout, memperingatkan ketakutan nyata akan munculnya epidemi baru di Jalur Gaza, mengingat memburuknya kondisi kesehatan dan lingkungan, serta penyebaran hewan pengerat di tenda-tenda pengungsi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zaqout mengatakan bahwa otoritas medis sedang memantau indikator-indikator yang mengkhawatirkan mengenai kemungkinan penyebaran leptospirosis, penyakit menular yang ditularkan ke manusia melalui kontak dengan urin tikus dan hewan pengerat, yang telah berkembang biak dengan pesat di daerah pengungsian yang padat.

Ia menjelaskan bahwa risiko penularan meningkat ketika air hujan dan banjir bercampur dengan kotoran hewan pengerat, terutama jika bersentuhan dengan luka di kulit. Anak-anak dianggap sebagai kelompok yang paling rentan terhadap infeksi, terutama mereka yang bermain di air yang terkontaminasi tanpa alas kaki di dalam kamp pengungsian.

Zaqout menambahkan bahwa tim medis, bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia, mengambil sampel dari sejumlah orang yang terluka untuk dikirim ke laboratorium di luar Jalur Gaza, mengingat tidak adanya kemampuan laboratorium yang diperlukan di wilayah tersebut, sebagai akibat dari kehancuran yang mempengaruhi infrastruktur kesehatan selama perang yang sedang berlangsung.

Dia menunjukkan bahwa berlanjutnya pengepungan, akumulasi ratusan ribu orang yang terpaksa mengungsi dalam kondisi yang tidak sehat, dan kurangnya sarana pencegahan, melipatgandakan kemungkinan wabah epidemi, memperingatkan bahwa sektor ini sedang menghadapi krisis kesehatan yang kompleks yang memerlukan intervensi internasional yang mendesak untuk mencegah bencana epidemi baru.

Apa itu “Leptospirosis”?

Leptospirosis adalah penyakit bakteri yang dikenal sejak akhir abad kesembilan belas, dan kemunculannya secara historis dikaitkan dengan lingkungan kesehatan yang buruk, banjir, perang, dan bencana alam. Hal ini disebabkan oleh sejenis bakteri spirochete yang hidup dalam urin hewan yang terinfeksi, terutama tikus dan hewan pengerat, yang pada tahap awal penyakit ini dikenal dengan nama seperti “demam rawa” dan “penyakit limbah”.

Penyakit ini menular ke manusia melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan pengerat, terutama jika bakteri tersebut masuk melalui luka atau retakan pada kulit atau melalui selaput lendir. Penyakit ini biasanya tidak menular dari satu orang ke orang lain, namun menyebar dengan cepat di lokasi pengungsian yang padat, dimana air hujan dan banjir bercampur dengan limbah limbah, dan tidak ada sarana pencegahan dasar.

Apa saja gejala penyakitnya?

Gejala penyakit ini sering kali dimulai dalam jangka waktu antara lima hingga empat belas hari, dan awalnya menyerupai gejala flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan umum, dan mata merah. Dalam beberapa kasus, gejalanya mungkin memburuk, termasuk penyakit kuning, gangguan hati dan ginjal, pendarahan internal, atau kesulitan bernapas, sehingga menjadikan penyakit ini serius jika tidak didiagnosis dan diobati sejak dini.

Anak-anak dan kelompok paling rentan di kamp pengungsian dianggap paling rentan terhadap infeksi, terutama di lingkungan yang mengalami keruntuhan infrastruktur kesehatan dan penyebaran hewan pengerat, yang menjadikan penyakit ini sebagai indikator serius memburuknya kondisi kesehatan masyarakat, dan memerlukan intervensi pencegahan segera sebelum penyakit ini berubah menjadi epidemi berskala besar.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan HIV
AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan
Hantu itu masih menghantui
Kode Redeem FF 28 Juli 2026, Buruan Klaim Bundle, Skin Senjata, Emote, dan Token Gratis
Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI-P DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik
Siapkan Payung, BMKG Prediksi Selasa 28 Juli Seluruh Wilayah Kota Subulussalam Akan Diguyur Hujan
Viral Andi Tenri Diduga Cabuli Staf, Berapa Hartanya?
Lanjutkan Estafet Prestasi, SMAN Capital Bangsa Gelar Sertifikat Kepala Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:47 WIB

Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan HIV

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:40 WIB

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Hantu itu masih menghantui

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:48 WIB

Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI-P DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:41 WIB

Siapkan Payung, BMKG Prediksi Selasa 28 Juli Seluruh Wilayah Kota Subulussalam Akan Diguyur Hujan

Berita Terbaru

HEADLINE

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:40 WIB

HEADLINE

Hantu itu masih menghantui

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:25 WIB