Komandan Brigade Golani diberhentikan karena kegagalannya di Lebanon selatan

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Tentara pendudukan Israel mengumumkan pemecatan Kepala Staf Brigade Golani, Kolonel Yoav Yarom, berdasarkan keputusan Kepala Staf Eyal Zamir, dengan latar belakang insiden yang terjadi di Lebanon selatan sekitar setahun lalu, yang mengakibatkan kematian seorang tentara dan seorang perwira akibat tembakan pejuang Hizbullah, setelah meninjau hasil penyelidikan militer.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru bicara tentara pendudukan menjelaskan bahwa insiden tersebut diklasifikasikan sebagai insiden serius yang mewakili kegagalan operasional serius, yang berakhir dengan akibat yang tragis.

Mahkamah Agung Israel: Pemecatan ketua Shin Bet adalah ilegal

Hasil penyelidikan mengungkapkan adanya kesalahan serius dalam perilaku Kolonel Yarum, baik selama tahap perencanaan operasi atau selama pelaksanaannya, selain mengizinkan “warga sipil” untuk dibawa ke zona pertempuran aktif tanpa menyelesaikan persetujuan yang diperlukan atau memberikan persiapan operasional yang sesuai.

Menurut penyelidikan, pasukan dari Brigade Golani dikirim pada November 2024 ke sebuah situs arkeologi kuno di Lebanon selatan, tempat para pejuang Hizbullah bersembunyi, yang menyebabkan bentrokan langsung yang mengakibatkan kematian seorang tentara, bersama dengan petugas cadangan Zeev Erlich, mantan perwira dan peneliti arkeologi yang menunjukkan minat khusus pada situs tersebut.

Katz membekukan jabatan di ketentaraan setelah keputusan Zamir memecat perwira senior

Setelah kejadian tersebut, Kepala Staf mengeluarkan perintah untuk membuka penyelidikan yang diperluas, untuk memeriksa apakah memang ada kebutuhan militer untuk melaksanakan misi di lokasi tersebut, atau apakah tujuan sebenarnya dari pengiriman pasukan adalah untuk mengamankan kehadiran Erlich di tempat tersebut, yang menimbulkan pertanyaan di kalangan militer Israel.

Sekitar dua minggu lalu, Jaksa Militer Israel mengumumkan penutupan kasus pidana terhadap Kolonel Yarom, dan memutuskan untuk tidak mengambil tindakan hukum terhadapnya, hanya merekomendasikan agar diambil langkah kepemimpinan, yang kemudian diterjemahkan menjadi keputusan pemecatan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Keluarga Ajukan Permintaan Otopsi Jenazah Yanto Idorway
AS Akan Menyita Aset Iran untuk Membayar Kerugian Perang di Selar Hormuz dan Timur Tengah
Ribuan Pasukan Elit AS Bersiap Serang Fasilitas Nuklir Iran, Targetkan Rebut Uranium yang Diperkaya
Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan HIV
AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan
Hantu itu masih menghantui
Kode Redeem FF 28 Juli 2026, Buruan Klaim Bundle, Skin Senjata, Emote, dan Token Gratis
Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI-P DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:03 WIB

Keluarga Ajukan Permintaan Otopsi Jenazah Yanto Idorway

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:41 WIB

AS Akan Menyita Aset Iran untuk Membayar Kerugian Perang di Selar Hormuz dan Timur Tengah

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:11 WIB

Ribuan Pasukan Elit AS Bersiap Serang Fasilitas Nuklir Iran, Targetkan Rebut Uranium yang Diperkaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:47 WIB

Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan HIV

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:40 WIB

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan

Berita Terbaru

HEADLINE

Keluarga Ajukan Permintaan Otopsi Jenazah Yanto Idorway

Selasa, 28 Jul 2026 - 17:03 WIB