Ternyata sebelum Tew*s, Afif pernah bilang gini ke temennya: Bro, kita…

- Jurnalis

Jumat, 12 Juli 2024 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.idKasus kematian Afif Maulana hingga kini belum tuntas dan masih menjadi perhatian publik. Bahkan, ada yang menilai banyak kejanggalan dalam kasus kematian Afif yang diduga tewas akibat penyiksaan polisi.

Namun, baru-baru ini terungkap ucapan Afif kepada sahabatnya sebelum meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sahabat Afif, Aditya, menceritakan momen sebelum Afif meninggal dunia atau ditemukan mengambang di bawah Jembatan Kuranji, Padang, pada 9 Juni lalu.

Aditya menuturkan, pada malam nahas itu, dirinya sedang berboncengan dengan Afif Maulana. Saat itu, dirinya bertemu dengan polisi yang tengah berpatroli untuk mencegah terjadinya tawuran.

Saat itu, mereka terlibat kejar-kejaran dengan polisi yang sedang patroli, sebelum polisi – ungkap Aditya – menendang motor yang dikendarainya bersama Afif Maulana yang menyebabkan keduanya terjatuh. “Polisi langsung mendekati Adit, motor Adit ditendang.

“Saya digulingkan Afif,” kata Aditya, dikutip tvOnenews.com dari berbagai sumber, Jumat (12/7/2024).

Setelah itu, masih menurut pengakuan Aditya, ia dan Afif sedang berada di dekat trotoar jembatan. Saat itulah, kata Aditya, Afif mengajaknya untuk melompat ke kolong jembatan.

Namun, Adit menolak ajakan tersebut. “Afif bilang ke Adit, ‘Bang, lompat yuk, bang’, ‘enggak, pasrah aja, jangan lompat-lompat, ya, bang’,” kata Aditya.

Aditya mengatakan, saat ditangkap dirinya sudah tidak melihat Afif Maulana. “Enam orang ditangkap, Afif tidak ada di sana. Afif hanya ngobrol di jembatan saja, Pak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, kasus meninggalnya Afif Maulana (13), siswi SMP asal Padang, Sumatera Barat, terus menyita perhatian publik dengan sejumlah kontroversi yang disampaikan keluarganya.

Baru-baru ini, Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Sumbar) membantah adanya dugaan penyerangan yang dilakukan keluarga Afif Maulana.

Pasalnya, Kapolda Sumbar Irjen Suharyono mengakui pihaknya menemukan sejumlah bukti jika Afif Maulana tewas usai diduga melompat dari Jembatan Sungai Kuranji usai ketahuan berencana ikut tawuran.

Tak hanya itu, Polda Sumbar juga menduga Afif Maulana merupakan pelaku tawuran setelah menemukan foto siswi SMP tersebut tengah memegang senjata tajam jenis pedang.

Suharyono juga mengkritik pihak keluarga Afif Maulana yang ngotot menyatakan almarhum tidak terlibat dalam tawuran antarkelompok yang berujung pada polemik tewasnya mahasiswi tersebut.

“AM (Afif Maulana) anak baik. Buktinya, dia yang mengajak tawuran itu dengan video yang diunggah di ponselnya. Sambil menenteng pedang panjang di tangannya (8 Juni 2024),” kata Suharyono kepada awak media dikutip Minggu (7/7/2024).

Suharyono mengungkapkan Afif Maulana merupakan anak yang tergabung dalam kelompok aksi tawuran. Hal itu diketahui pihaknya setelah mengakui telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap bukti video dan foto yang beredar.

“Kalau anak jam 2 atau 3 pagi keluar rumah, terus mau tawuran (ya sudah itu anak nakal),” katanya.

– LBH Padang Komentari Kasus Afif Direktur LBH Padang, Indira Suryani turut menanggapi soal foto Afif Maulana tengah memegang pedang panjang yang dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian dalam membantah tuduhan adanya penyiksaan.

Indira mengungkapkan pihaknya tidak mengetahui adanya foto Afif yang tengah memegang pedang panjang. Bahkan, ia menuding polisi berupaya mengalihkan kasus terkait penyerangan yang dilakukan anggota Polsek Kuranji.

“Foto itu masih kami dalami karena HP Afif ada di kepolisian. Informasi awal, foto itu bukan diambil saat kejadian,” kata Indira kepada awak media saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (7/7/2024).

“Keluarga merasa anaknya sudah meninggal, tetapi dijebak dengan kejam. Namun polisi tidak pernah menjebak anggotanya dengan kejam. Bahkan mereka mengatakan penyiksaan yang dilakukan tidak seberat yang dilaporkan,” lanjutnya.

Indira menegaskan, polisi tak perlu sibuk menyebarkan foto Afif Maulana yang sedang memegang pedang panjang. Menurutnya, polisi seharusnya lebih fokus pada penyiksaan yang dilakukan anggota Polsek Kuranji.

“Saya cuma mau bilang, jangan sampai Kapolda dan kroni-kroninya berlaku kasar kepada anak-anak yang baru berusia 13 tahun, dia sudah meninggal tapi karakternya masih terus dibunuh.

“Mereka mesti fokus pada kasus penyiksaan yang dilakukan anggotanya, bukan sibuk membingkai sana sini,” katanya.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Klarifikasi Kemhan: Buka Jilbab saat Latsarmil agar leluasa beraktivitas
BMW Championship 2026: Pembayaran penuh sebesar $100 juta uang bonus FedExCup
19 Pesawat Tiba dan Berangkat Melalui Bandara SIM Aceh Hari Ini 24 Agustus 2026, Simak Jadwalnya
FPNU Tuduh Pengurus Gerindra Coba Pecahkan NU, Sebut Dasco dan Ahmad Muzani
Olahraga Anak Laki-Laki – Cienciano | Prakiraan dan peluang 23/08/2026
81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Dosen UNISAI Serukan Masyarakat Beretika di Tengah Ancaman Disinformasi
Beda total dengan prediksi Prabowo Presiden RI 2029
Milwaukee Brewer Christian Yelich dinobatkan sebagai Filantropis Paling Berharga

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:04 WIB

Klarifikasi Kemhan: Buka Jilbab saat Latsarmil agar leluasa beraktivitas

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:51 WIB

BMW Championship 2026: Pembayaran penuh sebesar $100 juta uang bonus FedExCup

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:50 WIB

19 Pesawat Tiba dan Berangkat Melalui Bandara SIM Aceh Hari Ini 24 Agustus 2026, Simak Jadwalnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:31 WIB

FPNU Tuduh Pengurus Gerindra Coba Pecahkan NU, Sebut Dasco dan Ahmad Muzani

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:22 WIB

Olahraga Anak Laki-Laki – Cienciano | Prakiraan dan peluang 23/08/2026

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE