Jokowi Dibohongi Menteri, Bisa Pindah ke IKN dalam Waktu Dekat

- Jurnalis

Rabu, 10 Juli 2024 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pengamat politik Roky Gerung menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibohongi para menterinya yang menyebut dirinya bisa pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rocky Gerung, para menteri tidak mungkin bisa menolak keinginan Jokowi untuk segera pindah dan bekerja di IKN, tetapi hanya bisa berupaya untuk menundanya.

“Jadi beliau sendiri mulai merasa ini bakal gagal, karena itu mungkin sekarang ini ada rapat di istana untuk minta pendapat menteri dan menteri-menteri itu pasti bohong, ya sudah pak, ini bulan Juli dan sebagainya,” ujarnya, dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (10/7).

“Karena tidak mungkin menteri-menteri itu menolak keinginan Pak Jokowi, tapi bisa saja suatu saat ada menteri yang bilang, Pak, dua hari ini ada potensi banjir, ada potensi gempa misalnya, ya sudah mereka bohongi saja supaya bendera tidak berkibar di situ,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan akan pindah ke IKN dan mulai bekerja di kantor apabila infrastrukturnya sudah siap, termasuk listrik dan air, karena tidak ingin memaksakan sesuatu yang belum siap.

Jokowi menyampaikan hal itu saat ditanya mengenai rencananya berkantor di IKN mulai Juli 2024.

“Airnya sudah siap? Listriknya sudah siap? Tempatnya sudah siap? Kalau sudah siap, pindah saja,” kata Jokowi kepada wartawan usai melepas bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Papua Nugini dan Afghanistan di Jakarta, Senin (8/7/2024), dikutip dari Kompas.

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan kepadanya, air bersih dan listrik belum siap di IKN. “Sudah (terima laporan), tapi belum (siap),” katanya.

Kemudian terkait penerbitan keputusan presiden (keppres) tentang pemindahan ibu kota negara, Jokowi mengatakan hal itu tergantung pada situasi di lapangan.

“Keppres itu bisa sebelum, atau sesudah Oktober. Kita lihat saja situasi di lapangan. Kita tidak mau memaksakan sesuatu yang belum terjadi, jangan dipaksakan. Semuanya sedang dikaji. Kemajuan di lapangan sedang dikaji,” katanya.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Homer Cam Smith menyoroti inning 8 putaran Astros
Pekerjaan Yadyn, jaksa yang membawa Febrie Adriansyah ke KPK
Yankees tayang di saluran apa malam ini? Phillies di saluran apa?
Aturan Baru: Calon Penerima Renovasi Rumah Tak Harus Memiliki Sertifikat Tanah
Duel PSSI Kota Banda Aceh Vs Pemkot Sabang 5-5 Hasilkan 10 Gol, Begini Jalannya Pertandingan
Streaming film baru di Netflix, Hulu, HBO Max, Prime, Peacock
Lima kecamatan di Kota Subulussalam diguyur hujan ringan, Rundeng dilanda udara berkabut
LaLiga ke MLS: Kru Columbus memperkenalkan Brais Méndez

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:54 WIB

Homer Cam Smith menyoroti inning 8 putaran Astros

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:53 WIB

Pekerjaan Yadyn, jaksa yang membawa Febrie Adriansyah ke KPK

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:14 WIB

Yankees tayang di saluran apa malam ini? Phillies di saluran apa?

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:01 WIB

Aturan Baru: Calon Penerima Renovasi Rumah Tak Harus Memiliki Sertifikat Tanah

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:34 WIB

Duel PSSI Kota Banda Aceh Vs Pemkot Sabang 5-5 Hasilkan 10 Gol, Begini Jalannya Pertandingan

Berita Terbaru

HEADLINE

Homer Cam Smith menyoroti inning 8 putaran Astros

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:54 WIB

HEADLINE

Pekerjaan Yadyn, jaksa yang membawa Febrie Adriansyah ke KPK

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:53 WIB