Hujan Deras, Desa Bengkelang Aceh Tamiang Terendam Banjir Akibat Saluran Sungai Dangkal

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:Puluhan rumah di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang, terendam banjir setinggi 40 sentimeter akibat hujan deras dan saluran sungai yang dangkal.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir terparah terjadi di Dusun Selamat dan Dusun Sriwijaya, bahkan satu sekolah pun terdampak.

Warga dan pemerintah desa menyatakan normalisasi sungai perlu dilakukan, namun terkendala biaya besar karena saluran yang harus dinormalisasi mencapai sekitar 5 kilometer.

Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEW.COM, KUALASIMPANG – Puluhan rumah di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang terendam banjir, Selasa (18/8/2026) sore.

Genangan air masuk ke rumah warga dengan ketinggian 40 sentimeter.

Datok Penghulu Desa Bengkelang, Ardan mengatakan, banjir terparah terjadi di Dusun Selamat dan Dusun Sriwijaya.

“Tetapi yang paling parah dari Dusun Selamat adalah sekolahnya juga terkena dampaknya,” kata Ardan.

Ardan sendiri saat dikonfirmasi mengaku terjebak di sebuah lapangan di perbukitan.

“Saya belum bisa pulang, kebetulan di sawah, sekarang air sedang tinggi dan saya tidak bisa pulang,” ujarnya.

Baca juga: HUT RI, 640 Ekor Tuntong Laut Dilepaskan ke Laut Aceh Tamiang

Ardan mengatakan, banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan yang deras dan durasi yang lama.

Kondisi ini diperparah dengan alur sungai yang semakin dangkal sejak banjir bandang tahun 2025.

Saluran sungainya dangkal setelah banjir kemarin, sehingga air hujan meluap, ujarnya.

Ardan menambahkan, satu-satunya cara untuk mengatasi banjir adalah dengan melakukan normalisasi saluran sungai.

Namun, secara terang-terangan ia mengatakan bahwa desa tidak mampu membiayainya karena membutuhkan biaya yang besar.

Biaya ini disebabkan jarak saluran ke sungai yang mencapai 5 kilometer. “Kalau dihitung 25 hari kerja, kami tidak punya anggarannya,” lanjutnya.

Baca juga: Harga cabai merah di Kualasimpang meroket dari Rp 28 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram

Camat Bandapusaka Cakra Agie Winapati membenarkan, banjir di Bengkelang disebabkan saluran sungai semakin dangkal pascabanjir bandang.

Saluran ini sebelumnya sudah dinormalisasi, namun kembali dangkal akibat penumpukan lumpur banjir.

“Sebelum banjir sudah dilakukan normalisasi, namun menjadi dangkal lagi karena timbunan lumpur banjir kemarin,” ujarnya. (gila)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Tim Panja DPRA Tinjau Sejumlah Proyek di Aceh Jaya, Ini Tujuannya
Tak Sampai Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar! Ancam Demo Lagi di Akhir Agustus
Kocak dan Menghibur dalam Lomba HUT ke-81 RI, IKWI Aceh Barat Satukan Keluarga Jurnalis
ESPN yakin Steelers akan mengalami kegagalan besar setelah tahun 2026
Amien Rais: Hampir Dua Tahun Berkuasa, Prabowo Gagal Taklukkan Oligarki
Merayakan HUT RI ke-81, UNIKI Gelar Berbagai Kompetisi & Kegiatan Tingkat Nasional
Pak Ojol ingin mencari nafkah, namun sepeda motornya dirusak oleh pengemudi Alphard Gegara Senggolan
“Wawancara Video Jason Segel Tentang 'Shrinking' Musim 4 Melewati Duka Akut”.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Tim Panja DPRA Tinjau Sejumlah Proyek di Aceh Jaya, Ini Tujuannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tak Sampai Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar! Ancam Demo Lagi di Akhir Agustus

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Kocak dan Menghibur dalam Lomba HUT ke-81 RI, IKWI Aceh Barat Satukan Keluarga Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:54 WIB

ESPN yakin Steelers akan mengalami kegagalan besar setelah tahun 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Amien Rais: Hampir Dua Tahun Berkuasa, Prabowo Gagal Taklukkan Oligarki

Berita Terbaru