RakyatPos.id – Rencana massa mahasiswa yang menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa sampai pada titik tujuan. Setelah dihadang barikade polisi di depan Gedung UOB, massa sejumlah kampus akhirnya mundur dan membubarkan diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan media, massa BEM Universitas Indonesia (UI) pertama kali meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.07 WIB. Sementara massa dari Universitas Pancasila (UP) menyusul sekitar pukul 18.34 WIB.
Sebelum bubar, para pengunjuk rasa menyanyikan lagu Tanah Airku bersama-sama sebagai bentuk penghormatan terhadap Indonesia.
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Haernanda mengatakan, polisi masih melarang massa bergerak menuju Bundaran HI. Menurut dia, alasan yang disampaikan polisi terkait kekhawatiran aksi tersebut akan mengganggu ketertiban umum.
Karena katanya kita merusak ketertiban umum, kata Hafidz kepada Suara.com, Selasa, (18/8/2026).
Meski gagal mencapai Bundaran HI, Hafidz memastikan aksi ini bukan yang terakhir. BEM UI akan melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan tindakan selanjutnya.
“Ini bukan kali terakhir kami datang ke sini. Kami akan terus datang ke sini sampai ada terobosan,” ujarnya.
Hafidz mengatakan, aksi selanjutnya sedang dipersiapkan dan bisa dilaksanakan pada akhir Agustus 2026.
Bawalah Delapan Tuntutan
Sebelumnya, ratusan mahasiswa UI bersama sejumlah elemen mahasiswa berencana menggelar aksi di kawasan Bundaran HI. Aksi tersebut digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Massa membawa delapan tuntutan, mulai dari pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), reforma agraria, penurunan harga bahan pokok dan bahan bakar, hingga evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Mereka juga menuntut diakhirinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menolak sentralisasi kekuasaan dan pemotongan Transfer Daerah (TKD).
Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Tuntutan terakhir berkaitan dengan ruang sipil. Mahasiswa meminta diakhirinya tindakan represif dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil serta pembubaran YON TP.
















