Ringkasan Berita:
- Akademisi USK, UIN Ar-Raniry, Unimal, dan Unsam menjadi pembicara pada Konferensi AIWEST-DR ke-19 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, bertema ketahanan dan pemulihan bencana berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Konferensi ini dihadiri oleh peserta dari 24 negara dengan 186 makalah ilmiah yang membahas mitigasi bencana, perubahan iklim, infrastruktur tangguh, dan penggunaan AI.
- Pada penutupan konferensi, Prof Muksin Umar mengumumkan bahwa AIWEST-DR 2027 akan diselenggarakan di Istanbul, Turkiye.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika I Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Sejumlah ilmuwan Aceh dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, dan Universitas Samudra (Unsam) Langsa tampil sebagai narasumber di Bangkok, Thailand.
Ada yang tampil secara luring, ada juga yang tampil daring pada 19th Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Disaster Recovery (AIWEST-DR) yang berlangsung 22–24 Juli 2026 di Mandarin Hotel Samyan, Bangkok, Thailand.
Turut hadir sebagai pembicara Wakil Rektor USK Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr Rina Suryani Oktari SKep, MSi.
Tuan rumah konferensi internasional ini adalah Fakultas Teknik Universitas Chulalongkorn dengan Assoc Prof Dr Natt Leelawat sebagai Ketua Konferensi.
Konferensi tahunan ini mengusung tema “Resilience by Design: Systems for Sustainable Recovery”.
Sumbernya cukup banyak dari Aceh. Salah satu 'pembicara undangan' pada konferensi ini adalah Prof Dr Syamsidik ST, MEng.
Baca juga: USK Kerahkan 938 Mahasiswa ke Lokasi Bencana, Bantu Pemulihan Trauma Korban Topan Senyar
Mantan Direktur TDMRC USK ini menjelaskan bagaimana bencana siklon Senyar pada November 2025 melanda Sumatera dan kontribusi USK dalam penanganan masa darurat dan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Tak lupa ia membahas bahwa siklon Senyar merupakan sesuatu yang unik karena siklon cenderung menjauhi garis khatulistiwa.
Menurut Direktur Pusat Penelitian Mitigasi Tsunami dan Bencana (TDMRC) USK, Prof Dr Muksin Umar MPhil, AIWEST-DR 2026 berhasil mengumpulkan 186 makalah ilmiah dari peneliti, akademisi, dan praktisi dari 24 negara.
Selama tiga hari penyelenggaraan, konferensi menghadirkan 12 keynote speaker dari berbagai negara yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari mitigasi gempa dan tsunami, pemulihan pascabencana, ketahanan masyarakat, perubahan iklim, infrastruktur tahan bencana, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan ketahanan masyarakat.
Selain sesi keynote, konferensi juga mengadakan presentasi paralel, sesi poster, diskusi ilmiah, serta tur teknis ke fasilitas pemantauan gempa bumi dan Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung tentang praktik manajemen risiko bencana di Tailan.
“Banyaknya negara yang berpartisipasi dalam konferensi ini mencerminkan semakin luasnya jaringan kolaborasi internasional di bidang pengurangan risiko bencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi berkelanjutan,” kata Prof Muksin melalui telepon selulernya, Jumat (24/7/2026) malam.
Baca juga: Bencana Siklon Senyar Sumatera 2025: Duka Lintas Agama, Suku dan Harapan di Tahun 2026
Saat menghubungi Serambinews.com, Prof Muksin baru saja resmi menutup konferensi internasional tersebut.
Dalam sambutannya pada sesi penutupan, Prof.Dr.Muksin Umar, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh mitra dan peserta yang telah berkontribusi dalam mensukseskan AIWEST-DR 2026.

















