TAPANULI TENGAH, tniad.mil.id – Kodim 0211/Tapanuli Tengah mengerahkan seluruh personelnya untuk membantu mengevakuasi warga terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa malam (25/11/2025) menyebabkan permukiman terendam, akses jalan terputus, dan longsor di beberapa titik yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Personil Kodim 0211/Tapteng bersama BPBD, Polri, Basarnas dan aparat pemerintah daerah bergerak cepat menuju lokasi bencana dengan menggunakan perahu karet dan kendaraan taktis. Evakuasi diutamakan bagi anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di wilayah berisiko tinggi. Tim kesehatan Kodim juga memberikan pertolongan pertama kepada warga yang mengalami luka atau kondisi darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pendataan awal, di Kota Sibolga tercatat lima warga tewas, tiga orang mengalami luka berat maupun ringan, dan enam orang lainnya masih dalam pencarian. Sedangkan di Kabupaten Tapanuli Tengah terdapat empat korban meninggal tanpa ada laporan korban hilang. Kerugian material juga cukup besar, dengan 72 rumah di Sibolga rusak, tujuh meter jalan terdampak, dan tiga kendaraan rusak. Di Tapteng, satu unit rumah dilaporkan rusak.
Upaya penanganan di lapangan masih menghadapi kendala akibat terputusnya akses jalan menuju Sibolga dan Tapteng, serta lumpuhnya jaringan listrik, telepon, dan internet. Pengoperasian Bandara FL. Tobing di Pinang Sori juga belum bisa dikonfirmasi karena kendala komunikasi.
Di tengah keterbatasan tersebut, Kodim 0211/Tapteng terus melakukan pencarian di wilayah rawan sembari mengantisipasi potensi banjir susulan. Koordinasi lintas instansi diperkuat untuk mempercepat proses evakuasi, distribusi logistik darurat, dan pencarian warga yang belum ditemukan.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menegaskan Kodam I/BB menaruh perhatian penuh terhadap bencana yang terjadi di Sibolga dan Tapteng. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kodam I/BB terus menyiagakan satuan stafnya untuk mempercepat proses evakuasi, membantu penanganan darurat, dan mendukung pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya.
Hingga saat ini personel TNI bersama BPBD, Basarnas, Pemda dan relawan masih terus melakukan evakuasi warga dan membersihkan puing-puing serta pohon tumbang. (Dispenad)
















