Babinsa dan penghuni tandu tubuh pensiunan guru sejauh 30 kilometer

- Jurnalis

Jumat, 23 Mei 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luwu Utara, tniad.mil.id – Di tengah -tengah medan yang berat dan akses jalan yang terbatas, seorang prajurit iklan TNI bersama dengan penduduk menunjukkan arti sebenarnya dari dedikasi dan kemanusiaan. Babinsa Koramil Seko Kodim 1403/Palopo, Serda Rahmat Saman, bersama dengan penduduk setempat, menunjukkan tubuh Matius, seorang pensiunan guru, di peti sejauh 30 kilometer, untuk membawanya ke tempat peristirahatan terakhir di kota kelahirannya, Senin (5/19/2025).

Perjalanan perjuangan dilakukan dengan berjalan kaki melalui jalan yang patah dan berlumpur yang selama bertahun -tahun tidak disentuh oleh perbaikan. Meskipun menghadapi medan yang berat, semangat kerja sama timbal balik tidak pernah mereda.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga dan kerabat berjalan sekitar 30 kilometer ke rumah duka melalui jalan yang rusak, karena selama bertahun -tahun tidak mendapatkan perbaikan,” kata Serda Rahmat.

Matthew sendiri dikenal sebagai orang yang berkontribusi di tengah -tengah masyarakat. Dia adalah seorang pensiunan guru sekolah dasar di Desa Padang Balua, distrik Seko, Luwu Utara, serta para pemimpin masyarakat yang dihormati. Dia meninggal pada hari Sabtu (17/17/2025) malam di Rumah Sakit Regional Wahidin Sudirohusodo Makassar, setelah menjalani operasi pengangkatan tumor di paha.

Pada hari Minggu (18/18/2025) pagi, mayat itu berangkat dari Makassar ke Palopo dan dimakamkan di rumah keluarga. Perjalanan kemudian berlanjut ke Masamba, Luwu Utara, sampai ia tiba di Dusun Palandong, desa Embona Tana, gerbang ke daerah terpencil distrik Seko.

“Setelah bepergian ke darat ke dusun Palandong, mayat itu kemudian dibawa oleh penduduk,” jelas Serda Rahmat.

Kondisi medan ekstrem adalah tantangan. Jalan berlumpur dan penuh lubang membuat kendaraan tidak dapat menyeberang. Namun, di balik keterbatasan ini, itu tercermin dalam ketulusan, kerja sama, dan kekuatan solidaritas antara TNI dan masyarakat.

Dedikasi Babinsa di daerah -daerah terpencil seperti ini mencerminkan identitas tentara, yaitu menjadi garis depan dalam membantu rakyat, tidak hanya dalam tugas militer, tetapi juga dalam tindakan kemanusiaan. (Dispenad)

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal
Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?
Di dalam janji dan resepsi pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce – NBC New York
Ilmuwan Aceh Berbagi Pengalaman Soal Topan Senyar di Thailand, Türkiye Tuan Rumah AIWEST-DR 2027

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:08 WIB

Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:42 WIB

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:26 WIB

Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:07 WIB

Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal

Berita Terbaru