RakyatPos.id – Media Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta mengejutkan bahwa militernya tidak mampu melindungi seluruh pasukan yang ditempatkan di Timur Tengah dari serangan Iran. Diperkirakan saat ini terdapat 50.000 tentara AS di seluruh Timur Tengah.
Surat kabar Wall Street Journal melaporkan tiga rudal Iran mampu menghindari intersepsi sistem pertahanan udara AS dalam serangan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat pekan lalu. Serangan itu menewaskan dua personel dan melukai empat lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakta ini menyoroti kemampuan AS dalam melindungi 50.000 tentara di Timur Tengah dari ancaman militer Iran yang diyakini masih memiliki rudal balistik dan drone dalam jumlah besar.
Serangan Iran menghantam barak-barak prefabrikasi. Jenazah korban lainnya juga ditemukan di pangkalan militer, namun identitas mereka belum dapat dikonfirmasi.
Sementara itu, CBS News, mengutip pejabat Departemen Pertahanan (Pentagon) pada hari Senin, melaporkan bahwa hampir 100 anggota militer AS terluka akibat serangkaian serangan Iran dalam seminggu terakhir di pangkalan-pangkalan di Timur Tengah.
Pada 18 Juli, Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan bahwa dua tentara AS tewas dan satu lagi hilang akibat serangan Iran. Serangan terhadap pangkalan tersebut adalah satu dari tiga serangan rudal terpisah dalam 24 jam pada Jumat lalu.
Militer Iran semakin mengintensifkan serangan terhadap pangkalan AS di banyak negara Timur Tengah. Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan AS, bahkan mulai menyasar infrastruktur publik, termasuk jembatan dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
















