Sekilas Budaya Papua 2026: Mengangkat Kisah Leluhur hingga Adat Penyambutan

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Keberagaman budaya dari berbagai daerah di Tanah Papua ditampilkan dalam Kilat Kebudayaan Papua 2026, di Taman Budaya, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada pembukaan, Selasa (14/7/3026).

Sanggar dan kelompok seni dari berbagai daerah menampilkan tarian tradisional yang tidak hanya sekedar hiburan, namun juga menonjolkan nilai-nilai sejarah, adat istiadat, dan warisan leluhur yang masih dipertahankan hingga saat ini pada acara yang berlangsung pada 14-16 Juli 2026 tersebut.

Kepala Sanggar Tari Youtefa Ria Alfred Drunyi mengatakan, kelompoknya menampilkan tarian persatuan bertajuk “Matinya Taban Nimrod” yang diangkat dari cerita rakyat masyarakat Enggros-Tobati di Kota Jayapura, Papua.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Alfred, tarian tersebut bercerita tentang seorang raja bernama Mer yang memiliki 11 orang putra dan satu orang putri bernama Safu.

Konflik bermula ketika putra sulung raja, Yase, menikahi adik perempuannya sendiri sehingga memicu perselisihan besar dalam keluarga.

Akibat kejadian tersebut, Yase harus meninggalkan keluarganya dan menyerahkan haknya sebagai penerus takhta, kata Alfred Drunyi.

Katanya, Yase kemudian pindah ke Nus Mont sebelum akhirnya membuka pemukiman yang berkembang menjadi Kampung Injros.

Melalui tarian ini masyarakat diajak untuk memahami pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan, kesatuan dan keharmonisan dalam hidup bersama.

Sementara itu, Ketua Sanggar Tari Rafaiby di Desa Riseisayati, Kabupaten Waropen, Jhon Ramandey mengatakan, kelompoknya menampilkan tarian penyambutan anak desa yang pulang dari perantauan.

Dijelaskannya, tarian tersebut menggambarkan kebahagiaan masyarakat saat menyambut kedatangan warga pendatang.

“Dalam prosesi adat tersebut, warga menyanyikan lagu selamat datang, kemudian mengajak anak yang baru datang untuk menginjak piring sebagai simbol bahwa ia tetap menjadi bagian dari anak adat,” kata Jhon Ramandey.

Menurut dia, prosesi dilanjutkan dengan pemasangan kalung tradisional manik-manik dan mahkota sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan kembali masyarakat adat.

Tarian tersebut dibawakan oleh 20 orang penari yang berasal dari Desa Riseisayati, Kabupaten Waropen yang dikenal dengan kawasan Waropen Seribu Bakau.

Perwakilan Suku Bauzi dari Kabupaten Mamberamo Raya, Matias Alle menyatakan, keikutsertaan kelompoknya merupakan momentum untuk memperkenalkan budaya Suku Bauzi kepada masyarakat luas.

“Kemunculan kami pada Kilas Budaya Papua 2026 ini merupakan kesempatan pertama bagi masyarakat Bauzi untuk menampilkan budaya kami pada kegiatan kebudayaan tingkat Provinsi Papua ini,” kata Matias Alle.

Dijelaskannya, salah satu simbol kehormatan dalam tradisi suku Bauzi adalah seruling bambu yang selalu digunakan dalam berbagai upacara adat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Selain itu, tarian yang ditampilkan menggambarkan kehidupan masyarakat Bauzi, mulai dari penyambutan tamu, penyambutan pemburu yang kembali membawa hasil buruannya, hingga perayaan adat setelah menyelesaikan konflik antar suku tanpa menimbulkan korban jiwa.

Dikatakannya, dalam pertunjukan tersebut kedua anak yang berada di barisan depan menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya yang diturunkan secara turun temurun.

Sebanyak 25 orang terlibat dalam pertunjukan tersebut sebagai wujud komitmen komunitas Bauzi untuk terus melestarikan identitas budayanya.

“Kilat Budaya Papua ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi serta pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas masyarakat Papua,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kepala Polisi Seattle membatalkan wawancara, mengakui seringnya bepergian ke luar kota
Mitsubishi Fuso Rilis Bus Canter Ekstra Panjang di GIIAS 2026, Harga Rp 469 Juta!
Edwin Díaz diaktifkan dari daftar cedera
Lima kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil hujan, enam kecamatan lainnya berawan
Resolusi para pemimpin MSG tersebut disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia di PBB
Megan Moroney mengakhiri pertunjukan Denver lebih awal di Ball Arena karena sakit
Perry Warjiyo dan Purbaya sempat terungkap berselisih sebelum Gubernur BI mengundurkan diri
Polres Pidie Bagikan Air Bersih ke 494 KK di Gampong Neuhuen, Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:18 WIB

Kepala Polisi Seattle membatalkan wawancara, mengakui seringnya bepergian ke luar kota

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:17 WIB

Mitsubishi Fuso Rilis Bus Canter Ekstra Panjang di GIIAS 2026, Harga Rp 469 Juta!

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:43 WIB

Edwin Díaz diaktifkan dari daftar cedera

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

Lima kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil hujan, enam kecamatan lainnya berawan

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:45 WIB

Resolusi para pemimpin MSG tersebut disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia di PBB

Berita Terbaru

HEADLINE

Edwin Díaz diaktifkan dari daftar cedera

Kamis, 30 Jul 2026 - 11:43 WIB